Cegah Jeratan Investasi Bodong, Pemkot Metro dan OJK Beberkan Rumus “2L” untuk Warga
KOTA METRO, TIPIKOR NEWS – Maraknya penawaran investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Metro.
Bergerak cepat memagari warganya, Pemkot Metro menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Literasi Keuangan, Pasar Modal, dan Product Matching di Aula Pemkot Metro, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan edukatif ini secara khusus menyasar kelompok perempuan—yang memegang peranan sentral sebagai pengelola keuangan rumah tangga—seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Majelis Ta’lim se-Kota Metro.

Membuka acara secara resmi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Metro, Kusbani, menegaskan pentingnya kecerdasan finansial di tengah gempuran berbagai produk keuangan digital saat ini. Dalam sambutannya, ia membeberkan kunci utama agar masyarakat tidak terjebak iming-iming investasi palsu, yakni prinsip 2L (Legal dan Logis).
“Sebelum menggunakan produk keuangan atau berinvestasi, pastikan selalu prinsip 2L. Pertama, Legal—periksa apakah lembaga dan produknya memiliki izin resmi dari lembaga berwenang seperti OJK. Kedua, Logis—pikirkan apakah imbal hasil yang ditawarkan masuk akal dan sebanding dengan risikonya,” tegas Kusbani.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko. Menurutnya, pemahaman literasi keuangan tidak hanya soal menabung, tetapi juga kemampuan melindungi pendapatan keluarga dari risiko finansial.
“Ibu-ibu memiliki peran sangat strategis. Saya berharap peserta hari ini bisa menjadi Duta Literasi Keuangan di lingkungannya masing-masing untuk saling mengingatkan dan membagikan ilmu ini,” tambah Kusbani.
Bunda SICANTIKS dan Dukungan Nyata Inklusi Keuangan

Bukan sekadar memberikan teori, kegiatan ini juga diisi dengan aksi nyata. OJK secara resmi mengukuhkan Ketua TP PKK Kota Metro, Eni Sumiyati Bambang, sebagai Bunda SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah).
Guna mendorong partisipasi langsung di sektor keuangan formal yang aman, OJK menyerahkan penyerahan simbolis pembukaan rekening efek serta saldo gratis kepada perwakilan TP PKK, Dharma Wanita, dan Majelis Ta’lim Kota Metro.
Sementara itu, Deputi Direktur PEPK Keuangan Daerah dan LSMT OJK Provinsi Lampung, Eti Eliyati, mengapresiasi keaktifan Pemkot Metro dalam membentengi warganya.
Eti memaparkan bahwa indeks literasi dan inklusi keuangan Provinsi Lampung saat ini sudah berada di atas rata-rata nasional. Namun, ruang edukasi masih terus dibuka agar pemahaman masyarakat makin selaras dengan penggunaan produk keuangan secara aman.
Guna mempermudah warga Kota Metro membedakan layanan keuangan legal dan ilegal, OJK tengah menyiapkan terobosan akses informasi yang makin dekat dengan pemukiman:
* Inovasi Barcode Pintar: OJK akan menyediakan barcode yang dapat di-scan langsung lewat ponsel untuk mengecek daftar Pinjaman Online (Pinjol) berizin OJK, mengakses buku literasi, peraturan, hingga informasi produk jasa keuangan.
* Sentra Informasi di Perpustakaan: Ke depan, perpustakaan kota, kecamatan, sekolah, hingga perpustakaan komunitas akan dilengkapi sarana informasi finansial terpercaya.
* Jaringan Hingga Kecamatan: Pemberdayaan program akan diturunkan hingga tingkat kecamatan berkolaborasi dengan Pokja 2 TP PKK.
Menanggapi edukasi tersebut, Ketua TP PKK Kota Metro sekaligus Bunda SICANTIKS, Eni Sumiyati Bambang, menyampaikan bahwa langkah membentengi keluarga dari investasi bodong bisa dimulai dari kebiasaan harian di rumah.
“Mari kita mulai dari meja makan rumah kita sendiri. Biasakan menabung, disiplin mencatat pengeluaran, serta selalu bersikap kritis dan bijak sebelum memilih layanan keuangan apa pun,” pungkas Eni.
Melalui sinergi antara Pemkot Metro, OJK, dan kader perempuan daerah, Kota Metro optimistis mampu melahirkan masyarakat yang tidak hanya inklusif secara finansial, tetapi juga kebal dari ancaman investasi ilegal. (ADV)






Tinggalkan Balasan