LAMPUNG SELATAN, TIPIKOR NEWS — Ribuan pengunjung memadati kawasan Amphitheatre Menara Siger, Bakauheni Harbour City (BHC), Lampung Selatan, Sabtu malam (8/8/2026). Kepadatan terjadi saat malam penutupan Harbour Fest 2026 yang berlangsung meriah.

Tak hanya menghadirkan hiburan, gelaran tersebut turut menggerakkan perekonomian pelaku UMKM. Lapak kuliner, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif diserbu pengunjung. Sejumlah pedagang bahkan mengaku dagangannya habis terjual selama rangkaian acara.

Suasana semakin semarak dengan penampilan Threesixty, Gilga Sahid, Guyon Waton, dan Kotak, yang menghibur lautan pengunjung hingga malam.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengapresiasi antusiasme masyarakat. Ia menilai geliat Harbour Fest menunjukkan Bakauheni mulai berkembang dari sekadar kawasan perlintasan menjadi kawasan wisata dan ekonomi kreatif.

“Lampung Selatan hari ini ingin mengubah nasibnya, tidak lagi menjadi Gerbang Sumatra, tetapi ingin menjadi Beranda Sumatra. Karena gerbang nasibnya hanya dilewati, tidak pernah disinggahi. Kami ingin banyak wisatawan yang singgah di Lampung Selatan,” ujar Egi.

Menurut Egi, pariwisata harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti Harbour Fest diarahkan tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang promosi dan perluasan pasar bagi UMKM lokal.

Melalui Program HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul), Pemkab Lampung Selatan mendorong terbentuknya ekosistem pariwisata yang terhubung dengan ekonomi kreatif dan usaha masyarakat.

Harbour Fest 2026 yang mengusung tema “Jembatan Tradisi, Gerbang Inovasi Menuju Indonesia Emas” merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Krakatau 2026.

Penutupan Harbour Fest 2026 pun meninggalkan lebih dari sekadar kemeriahan panggung. Lautan pengunjung, ramainya UMKM, dan bergeraknya ekonomi kawasan BHC menjadi sinyal bahwa Bakauheni mulai tumbuh sebagai ruang wisata, hiburan, ekonomi kreatif, dan aktivitas masyarakat dalam satu ekosistem. (TIM)