Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya melestarikan adat dan budaya Lampung sebagai fondasi utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bertema “Cawo Bubalah Lampung” yang digagas oleh Mighrul Lappung Bersatu di Balai Keratun, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kamis Beradat. Terinspirasi dari semangat Boedi Oetomo dan perjuangan R.A. Kartini, Mighrul Lappung membidik generasi muda demi keberlanjutan bahasa, budaya, serta identitas daerah.

Detail Pelaksanaan Lomba

Dialek yang Digunakan: Lomba ini menggunakan dua dialek, yaitu dialek O dan dialek A.

Jumlah Peserta: Diikuti oleh total 33 peserta yang berasal dari dua kategori berbeda. Kategori Umum: 16 peserta, Kategori DPP Mighrul Lappung Bersatu: 17 peserta.

Program Pelestarian Lain: Selain lomba, berjalan pula program kursus Bahasa Lampung selama 5 minggu hasil kerja sama dengan Universitas Lampung.

Daftar Pemenang Lomba “Cawo Bubalah Lampung” Kategori DPP Mighrul Lappung Bersatu: Juara 1: DPP Bidang Seni dan Olahraga, Juara 2: DPP Kota Metro, Juara 3: DPP Bidang Pendidikan

Harapan 1, 2, 3: Mighrul Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Barat, dan Way Kanan

Kategori Umum: Juara 1 Tim Inti asal Kota Bandar Lampung, juara 2: Anisa, dkk asal Kota Bandar Lampung, Juara 3: Mutia, dkk asal Kabupaten Way Kanan.

Kategori Khusus: Juara Favorit: Tim Nyenyok asal Kabupaten Way Kanan, Karya Motivasi Terbaik: Jejamo Production asal Kota Bandar Lampung

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mighrul Lappung Bersatu, Dwita Ria, menyatakan bahwa kegiatan ini akan dikemas secara lebih inovatif dan dijadikan agenda tahunan demi memotivasi generasi muda.

Gubernur Lampung pun mengapresiasi penuh Mighrul Lappung Bersatu yang telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan sektor kebudayaan di Provinsi Lampung. (Tim)