Lampung Bidik Jadi Pusat Energi Hijau Sumatra, DPRD Dorong Percepatan Investasi EBT
Bandar Lampung — DPRD Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi dalam mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan energi hijau.
Langkah strategis ini dinilai tak hanya penting untuk memperkuat ketahanan energi lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Dukungan tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, **Ahmad Iswan H. Caya, SH, MH**, pada Jumat (24/7/2026).
Ia menyebutkan bahwa Lampung memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama dalam transisi energi nasional.
Ahmad Iswan mengungkapkan, Provinsi Lampung dikaruniai potensi EBT yang sangat melimpah, terutama di sektor panas bumi (geothermal).
Namun, kekayaan alam ini memerlukan pengelolaan yang terarah agar dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Provinsi Lampung memiliki potensi EBT yang sangat besar, khususnya panas bumi. Potensi ini harus dimaksimalkan melalui dukungan investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas agar target transisi energi dapat terwujud,” ujar Ahmad Iswan.
Ia menambahkan, optimasi sektor ini memerlukan percepatan investasi, penguasaan teknologi mutakhir, serta penyiapan SDM lokal yang kompeten.
Sinergi 4 Pilar: Pemerintah, Industri, Akademisi, dan Masyarakat
Percepatan transisi menuju energi bersih menurutnya tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang solid:
Sektor Pendidikan: Diharapkan mampu mencetak generasi muda yang ahli di bidang EBT, mulai dari pemetaan potensi, pengembangan teknologi, hingga pengelolaan berkelanjutan.
Dunia Usaha & Investor: Hadir untuk menanamkan modal dan membawa teknologi ramah lingkungan. Pemerintah & DPRD: Menyiapkan regulasi, kemudahan iklim investasi, dan pengawasan. Masyarakat: Mendukung penuh masa depan energi hijau daerah.
“Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis potensi energi Lampung dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ketahanan energi, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen legislatif, Komisi IV DPRD Provinsi Lampung berjanji akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan penguatan kebijakan.
Langkah ini bertujuan menciptakan iklim investasi yang kondusif agar para investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Lampung.
Posisi geografis Lampung yang strategis sebagai gerbang utama Pulau Sumatra menjadi nilai tambah tersendiri.
Dengan kombinasi lokasi strategis, potensi alam melimpah, dan komitmen politik yang kuat, Lampung berpeluang besar menjadi pusat pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia sekaligus menopang target transisi energi nasional. (Red)






Tinggalkan Balasan