BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalitas tenaga pendidik di Provinsi Lampung memasuki tahap baru.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menggulirkan program Double Teaching, sebuah inovasi kolaborasi guru lintas sekolah yang membuka ruang berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran.

Pada tahap awal, program tersebut diterapkan di 17 SMA Negeri di Kota Bandar Lampung dengan melibatkan lebih dari 200 guru.

Double Teaching dirancang bukan sekadar sebagai pola pertukaran tenaga pengajar. Program ini menjadi wadah bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, metode mengajar, serta praktik terbaik yang dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan melalui program tersebut, guru akan mendapatkan pengalaman mengajar di lingkungan sekolah yang berbeda sekaligus berkolaborasi dengan guru internal sekolah tujuan.

Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan tenaga pendidik dan menciptakan ekosistem pengembangan profesional yang lebih dinamis.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dari lingkungan dan rekan sejawat yang berbeda,” menjadi semangat utama dari pola kolaborasi tersebut.

Dengan adanya pertukaran pengalaman, metode pembelajaran diharapkan semakin aktif, adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa serta perkembangan pendidikan saat ini.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung Prof. Syafrimen dan Anggota Komisi V DPRD Lampung M Syukron Muchtar.

Pada tahap awal, Double Teaching difokuskan pada tiga mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam penguatan kompetensi dasar siswa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Program ini juga tidak berhenti di Bandar Lampung. Disdikbud Lampung menyiapkan rencana perluasan Double Teaching ke berbagai kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Lampung.

Khusus bidang Matematika, Disdikbud Lampung juga menyiapkan kolaborasi bersama FKIP dengan melibatkan dosen yang memiliki kompetensi dan perhatian terhadap pengembangan pendidikan Matematika.

Kolaborasi antara guru dan akademisi tersebut diharapkan semakin memperkaya pendekatan pembelajaran di sekolah. Dengan dukungan pengalaman praktis guru dan perspektif akademik, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih efektif serta lebih mudah dipahami peserta didik.

Bagi Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, kolaborasi antarguru merupakan bagian dari inovasi yang penting untuk membuka ruang pertukaran pengalaman secara lebih luas.

Melalui Double Teaching, sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang bagi para pendidik untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berkembang bersama.

Program ini sekaligus menunjukkan komitmen Lampung untuk membangun pendidikan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, dimulai dari mereka yang berada di garis terdepan proses pembelajaran: para guru. (Tim)