BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya untuk mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 pada upaya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan dinilai bukan sekadar tentang besarnya anggaran, melainkan tentang manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh warga.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam Jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Lampung terhadap Raperda APBD Tahun 2027.

Dalam rapat paripurna tersebut, ditekankan bahwa arah pembangunan daerah ke depan akan berfokus pada percepatan hilirisasi komoditas unggulan serta pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.

Komoditas Unggulan Didorong Miliki Nilai Tambah

Pemprov Lampung memandang bahwa komoditas unggulan daerah tidak boleh hanya dijual sebagai bahan mentah. Melalui kebijakan hilirisasi, pengolahan produk didorong secara masif untuk meningkatkan nilai ekonomi, membuka peluang investasi baru, memperluas lapangan kerja, serta mendongkrak kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.

Selain itu, alokasi APBD 2027 juga diarahkan secara khusus untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, memperluas akses pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mengelola aneka biaya produksi, serta memperlancar distribusi hasil pertanian.

Pembangunan Desa Diperkuat Lewat Empat Pilar Program “Desaku Maju”

Melalui keberlanjutan program Desaku Maju, percepatan pembangunan di perdesaan diperkuat melalui empat pilar utama, yaitu:

* Peningkatan produktivitas pertanian (termasuk dukungan pertanian berkelanjutan dan penyediaan mesin pengering hasil panen).

* Peningkatan nilai tambah komoditas unggulan.

* Pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa melalui pelatihan vokasi berbasis desa.

* Percepatan konektivitas infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan guna memperlancar distribusi hasil produksi.

Pemprov Lampung berharap APBD Tahun 2027 dapat menjadi instrumen pembangunan yang realistis, tepat sasaran, serta berpihak penuh pada kebutuhan masyarakat. Dengan mengoptimalkan komoditas bernilai tambah dan memberdayakan kawasan perdesaan, Lampung yang maju dan sejahtera dapat diwujudkan bersama. (Red)