Bandar Lampung, Tipikor News – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengajak anak-anak yang tidak sekolah (ATS), anak putus sekolah (APS), serta lulusan SMP/sederajat yang belum melanjutkan pendidikan untuk memanfaatkan program SMA Terbuka Provinsi Lampung Tahun Ajaran 2026/2027.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperluas akses pendidikan menengah yang inklusif dan terjangkau bagi masyarakat. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, peserta didik tetap dapat memperoleh pendidikan hingga meraih ijazah SMA Negeri yang sah.

Thomas Amirico mengatakan, SMA Terbuka dirancang untuk memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang terkendala melanjutkan pendidikan di sekolah reguler karena faktor ekonomi, pekerjaan, maupun kondisi geografis.

“Kami mengajak anak-anak yang belum bersekolah maupun yang sempat putus sekolah agar tidak menyerah pada keadaan. SMA Terbuka hadir sebagai solusi agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Thomas Amirico.

Ia menjelaskan, program SMA Terbuka diperuntukkan bagi anak usia 15 hingga 21 tahun, termasuk lulusan SMP/MTs/Paket B yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Proses pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel melalui kombinasi pembelajaran mandiri secara daring dan tatap muka terbatas di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yang berada dekat dengan domisili peserta. Seluruh peserta akan dibina oleh SMA Negeri yang ditunjuk sebagai sekolah induk.

Selain memberikan kemudahan dalam proses belajar, Disdikbud Lampung juga memastikan bahwa pendaftaran SMA Terbuka tidak dipungut biaya atau gratis (Rp0) sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan.

Adapun persyaratan pendaftaran meliputi fotokopi akta kelahiran, kartu keluarga atau surat domisili, ijazah SMP/MTs/Paket B, pas foto ukuran 3×4 sebanyak empat lembar, mengisi formulir pendaftaran, serta menandatangani surat pernyataan.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, sosialisasi dilaksanakan pada 13–18 Juli 2026, sedangkan pendaftaran dibuka mulai 20 Juli hingga 13 Agustus 2026. Seleksi dijadwalkan pada 13 Agustus, pengumuman hasil seleksi 14 Agustus, daftar ulang 14–15 Agustus, kegiatan MPLS 19–21 Agustus, dan proses belajar dimulai pada 24 Agustus 2026.

Sebanyak 15 SMA Negeri di berbagai kabupaten di Provinsi Lampung telah ditunjuk sebagai sekolah induk penyelenggara SMA Terbuka untuk melayani peserta didik dari berbagai wilayah.

Thomas Amirico berharap program ini mampu menekan angka anak tidak sekolah di Provinsi Lampung sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Jangan biarkan kesempatan meraih masa depan terhenti. Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program SMA Terbuka sebagai jalan melanjutkan pendidikan hingga lulus SMA,” pungkasnya. (Red)