BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Ir. H. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., menyampaikan pesan penting bagi dunia pendidikan tinggi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-1 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026 di Hotel Grand Mercure Bandarlampung, Minggu (23/8/2026).

Mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Marindo menegaskan bahwa perguruan tinggi menghadapi tantangan besar di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, transformasi digital, perubahan kebutuhan dunia kerja, serta persaingan global membuat perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama.

“Dunia berubah semakin cepat, teknologi berkembang, kebutuhan dunia kerja bergeser, dan persaingan antarwilayah maupun antarnegara semakin terbuka,” ujar Marindo.

Ia menekankan, tantangan pendidikan saat ini bukan sekadar meningkatkan jumlah lulusan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan lulusan memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja dan masyarakat.

Marindo mengingatkan agar kualitas menjadi perhatian utama perguruan tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu membaca perubahan kebutuhan industri dan masyarakat, kemudian menyesuaikan proses pendidikan agar lulusan benar-benar siap menghadapi tantangan masa depan.

“Tantangan pendidikan saat ini bukan semata-mata bagaimana memperbanyak lulusan, tetapi bagaimana memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja dan masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika dunia kerja terus mengalami perubahan akibat perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Marindo juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Daerah yang maju bukan hanya dibangun oleh infrastruktur yang baik, tetapi perlu dibangun oleh manusia-manusia yang unggul,” katanya.

Karena itu, Pemprov Lampung terus mendorong perluasan akses pendidikan, penekanan angka putus sekolah, penguatan pendidikan vokasi, hingga pengembangan jalur kerja internasional.

Rakernas APTISI 2026 pun diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

Dengan sinergi tersebut, perguruan tinggi swasta diharapkan mampu melahirkan generasi yang kompeten, adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing global.

Pesan Marindo pun jelas: pendidikan tinggi tidak boleh hanya mengejar jumlah lulusan, tetapi harus memastikan setiap lulusan mampu menjawab kebutuhan zaman. (Red)