LAMPUNG SELATAN, TIPIKOR NEWS — Setelah selama empat hari menjalani proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, keluarga besar SMA Negeri 2 Kalianda kini siap menyambut kembali pembelajaran tatap muka.

Menandai kembalinya aktivitas di sekolah, seluruh warga sekolah menggelar aksi gotong royong (korve) pembersihan lingkungan yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Istisqa’ bersama pada Jumat (11/09/2026).

Aksi korve tersebut melibatkan seluruh jajaran guru, staf tata usaha, hingga para siswa. Mereka bahu-membahu membersihkan sisa-sisa material abu vulkanik tebal yang mengotori atap, ruang kelas, selasar, hingga area perkarangan sekolah.

Langkah ini diambil guna memastikan sarana dan prasarana pendidikan kembali aman, higienis, serta kondusif sebelum kegiatan belajar mengajar secara langsung dibuka kembali.

Kepala SMAN 2 Kalianda, Herwansyah, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kekompakan serta semangat kebersamaan seluruh warga sekolah dalam merespons dampak bencana alam tersebut.

“Kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan anak-anak serta para pendidik adalah prioritas paling utama bagi kami. Setelah empat hari berturut-turut kita mengalihkan KBM ke mode daring demi menghindari risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik, hari ini kita bergotong royong mengembalikan keasrian lingkungan sekolah.

Kami ingin memastikan saat siswa kembali belajar di kelas, lingkungannya sudah benar-benar bersih dan sehat,” ujar Herwansyah, M.Pd. di sela-sela kegiatan.

Tak hanya fokus pada pemulihan fisik sarana sekolah, SMAN 2 Kalianda juga menggelar kegiatan spiritual berupa Sholat Istisqa’ berjamaah yang dipusatkan di area lapangan sekolah.

Ratusan siswa bersama jajaran dewan guru tampak khusyuk memanjatkan doa, memohon petunjuk serta keturunan hujan yang membawa berkah.

Ibadah ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar batiniah agar hujan segera turun menyiram wilayah Lampung Selatan, sehingga dapat membantu menyapu bersih sisa-sisa debu vulkanik di udara maupun pemukiman warga, sekaligus menyejukkan iklim setempat.

Melalui Sholat Istisqa’ ini, kita berserah diri dan memohon rahmat dari Allah SWT agar memberikan hujan yang menolong, menyuburkan, dan membawa manfaat bagi kita semua.

Semoga dengan perpaduan ikhtiar fisik melalui korve dan ikhtiar spiritual melalui doa bersama ini, seluruh aktivitas masyarakat dan pembelajaran di sekolah dapat berjalan normal kembali tanpa kendala,” tambah Herwansyah.

Dengan rampungnya aksi korve dan gelaran doa bersama ini, SMAN 2 Kalianda menyatakan kesiapannya untuk kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh dalam suasana sekolah yang ramah, bersih, dan segar.