ITERA Dapat Suntikan APBN Rp 177 M, Untuk Apa Saja?
LAMPUNG SELATAN, TIPIKOR NEWS — Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menerima alokasi anggaran fantastis dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), total pagu anggaran belanja melalui penyedia yang dikelola ITERA mencapai Rp 177.331.000.000 (Rp 177,331 Miliar) yang tersebar ke dalam 480 paket pengadaan.
Suntikan dana dalam jumlah besar ini disiapkan untuk mempercepat pembangunan fisik gedung, modernisasi laboratorium, penguatan sistem digital, hingga berbagai program pengembangan kualitas lulusan dan operasional rutin institusi.
Berikut adalah rincian alokasi penggunaan anggaran APBN 2026 di ITERA yang dikelompokkan berdasarkan sektor kebutuhan utama:
1. Pembangunan Fisik dan Manajemen Konstruksi Utama
Sektor pembangunan sarana pendukung akademik dan pelayanan menjadi penyerap dana terbesar dalam alokasi APBN kali ini:
- Pembangunan Gedung Layanan: Menjadi paket pengadaan terbesar di ITERA untuk tahun 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp 74.688.704.000 (Rp 74,68 Miliar). Proyek ini dijadwalkan masuk tahap pemilihan tender pada Maret 2026.
- Jasa Manajemen Konstruksi Gedung Layanan: Dialokasikan sebesar Rp 2.880.000.000 melalui metode seleksi untuk mengawasi dan memastikan mutu pembangunan gedung utama tersebut.
2. Penguatan Infrastruktur TIK, Digitalisasi, dan Internet Campus
Untuk menunjang perkuliahan berbasis teknologi modern serta administrasi digital, ITERA mengalokasikan anggaran signifikan untuk infrastruktur TIK:
- Langganan Internet Kampus: Rp 4.947.624.000 (E-Purchasing, jadwal Desember 2025/2026).
- Langganan Media Digital (Lisensi) UPA TIK: Rp 1.745.440.000 (E-Purchasing).
- Digitalisasi Pembelajaran LPMPP: Rp 55.000.000.
- Pengadaan & Pemeliharaan Peralatan TIK: Meliputi belanja modal peralatan TIK (Rp 335,09 Juta), persediaan TIK (Rp 130,87 Juta), serta belanja kabel NIY dan peranti pendukung operasional lainnya.
3. Jasa Operasional, Keamanan, dan Kebersihan Lingkungan (Outsourcing)
Guna memastikan kenyamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan kampus yang luas, ITERA menganggarkan dana operasional harian melalui mekanisme outsourcing dan e-purchasing:
- Petugas Keamanan (Outsourcing): Rp 5.180.402.000 (Pilihan E-Purchasing).
- Petugas Kebersihan (Outsourcing): Rp 5.057.653.000 (Pilihan E-Purchasing).
- Outsourcing Pertamanan & RTH: Rp 4.134.378.000 (Pilihan E-Purchasing).
- Belanja Sewa Mobil Operasional: Rp 1.258.300.000.
4. Modernisasi Laboratorium dan Fasilitas Penelitian
Sebagai institusi berbasis teknologi dan sains, alokasi perbaikan dan pengadaan peralatan laboratorium disebar ke berbagai fakultas dan unit teknis:
- Peralatan & Mesin Pusat Halal Tahap 1: Rp 1.634.855.247 (E-Purchasing).
- Peralatan Kimia & Elektronika FTI (PDN):
- Pengadaan Peralatan Lab Kimia FTI: Rp 438.577.568.
- Pengadaan Peralatan Lab Elektronika FTI: Rp 388.828.413.
- Bahan Kimia & Operasional Lab:
- Bahan operasional Lab Pengujian UPA Lab Terpadu: Rp 160.620.706.
- Bahan kimia impor Lab Fakultas Sains: Rp 83.054.873.
- Bahan kimia produk dalam negeri Lab Fakultas Sains: Rp 99.481.595.
- Peralatan Lab & Penyimpanan Obat Apotek ITERA: Rp 29.548.200.
5. Pelaksanaan Praktikum, Studio, dan Kuliah Lapangan
Pendanaan langsung untuk kegiatan pembelajaran praktis mahasiswa di lapangan dan laboratorium dianggarkan dalam porsi besar:
- Praktikum, Studio, dan Praktik Lapangan FTI: Paket E-Purchasing sebesar Rp 1.597.118.673, ditambah paket pendukung Rp 818.000.000 dan Rp 806.475.000.
- Praktikum, Studio, dan Praktik Lapangan FTIK: Rp 336.700.000 dan Rp 290.525.000.
- Praktikum & Studio Fakultas Sains (FS): Terbagi ke beberapa paket pengadaan langsung mulai Rp 151 Juta hingga Rp 223 Juta per kegiatan.
6. Layanan Mahasiswa, KKN, Karir, dan Alumni
APBN juga menyasar peningkatan kualitas lulusan, karir, hingga pengabdian masyarakat:
- Pelaksanaan KKN Mahasiswa:
- Belanja Sewa Bus KKN (Ganjil & Genap): Total mencapai Rp 1,18 Miliar (terbagi paket Rp 960 Juta dan Rp 225,5 Juta).
- Sewa Kendaraan Operasional KKN Genap: Rp 134.415.450.
- Operasional Pelaksanaan KKN: Rp 142.430.000.
- Pengembangan Karir & Job Matching:
- Pelatihan & Sertifikasi Tenaga Pendidik/Kompetensi: Rp 421.966.500.
- Campus Hiring / Job Matching & Tracer Study: Tersebar dalam paket berkisar Rp 12 Juta hingga Rp 100 Juta per kegiatan.
- Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa FTI: Rp 200.000.000.
Seluruh perencanaan pengadaan barang/jasa ini dipublikasikan secara terbuka melalui portal SiRUP LKPP. ITERA mengombinasikan berbagai metode pengadaan seperti Tender, Seleksi, E-Purchasing, dan Pengadaan Langsung guna memastikan kepatuhan terhadap prinsip efisiensi, efektivitas, dan transparansi anggaran publik.
Dengan mengalirnya dana APBN Rp 177,3 Miliar ini, ITERA semakin mengukuhkan komitmennya untuk menjadi pusat pendidikan tinggi teknik terdepan di wilayah Sumatera. (Red)






Tinggalkan Balasan