Kemeriahan Lampung Tapis Karnaval 2026: Disdikbud Lampung Tampilkan Pesona Tradisi dan Komitmen Pelestarian Budaya
BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung secara aktif memimpin barisan parade budaya dalam perhelatan megah Lampung Tapis Karnaval, yang menjadi agenda puncak pada perayaan tahunan Festival Krakatau 2026.
Pawai kebudayaan spektakuler ini dipusatkan di sepanjang jalur protokol Kota Bandar Lampung, dimulai dari titik start di Jalan Raden Intan dan berakhir di panggung kehormatan Bundaran Gajah Tugu Adipura.
Ratusan pegawai, pegiat seni, hingga pelajar yang berada di bawah naungan Disdikbud Provinsi Lampung tampil menyemarakkan acara dengan balutan busana adat bermotif Kain Tapis khas Lampung.
Tidak hanya menampilkan keindahan pakaian tradisional Pepadun dan Sai Batin, parade ini juga dimeriahkan oleh atraksi visual topeng Sekura, seni pertunjukan musik tradisional, serta replika simbol-simbol kearifan lokal yang memukau para penonton di sepanjang jalan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menggarisbawahi pentingnya keterlibatan jajaran pendidikan dan kebudayaan dalam perhelatan berskala nasional ini.
Menurutnya, festival ini bukan sekadar panggung hiburan tahunan, melainkan ajang diplomasi budaya dan edukasi publik yang berharga.
Keikutsertaan Disdikbud Lampung dalam Lampung Tapis Karnaval ini adalah wujud komitmen nyata kami untuk terus menghidupkan budaya, memperkuat identitas daerah, sekaligus memperkenalkan ragam seni dan tradisi Lampung kepada masyarakat luas.
“Melalui momentum ini, kita ingin memastikan bahwa warisan leluhur tidak dipandang sebagai peninggalan masa lalu saja, melainkan bagian hidup dari identitas masyarakat modern,” ujar Thomas Amirico di sela-sela pergelaran acara.
Lebih lanjut, Thomas menjelaskan bahwa peran sektor pendidikan sangat krusial dalam menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal kepada para generasi muda sejak dini.
Kehadiran para siswa dan tenaga pendidik dalam pawai budaya ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif untuk merawat dan mempromosikan kebudayaan Lampung ke tingkat internasional.
“Kami ingin generasi muda tidak canggung mengenakan Tapis dan mengapresiasi kesenian daerahnya sendiri. Mari kita jaga bersama warisan budaya ini agar semakin dikenal, dicintai, dan dibanggakan di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Rangkaian acara Lampung Tapis Karnaval dalam Festival Krakatau 2026 diakhiri dengan pesta rakyat dan bazar UMKM kebudayaan yang bertempat di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung.
Melalui semangat kolaborasi ini, Disdikbud Provinsi Lampung optimistis sektor seni, budaya, dan pariwisata Lampung akan terus berkembang pesat selaras dengan slogan “Lampung Berbudaya, Lampung Mendunia. (Red)






Tinggalkan Balasan