BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS β€” Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa erupsi. Kondisi ini mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Lampung yang langsung mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya. Warga diminta menjadikan informasi resmi pemerintah sebagai rujukan utama dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

β€œMasyarakat tidak perlu panik. Ikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” ujar Rahmat Mirzani Djausal, Minggu (6/9/2026).

Pemprov Lampung juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan sejumlah langkah keselamatan, terutama bagi warga yang berada di wilayah terdampak aktivitas vulkanik.

Berikut imbauan yang perlu diperhatikan masyarakat:

– Jangan melakukan aktivitas dalam radius 3–5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

– Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika terjadi hujan abu vulkanik.

– Gunakan masker atau pelindung pernapasan untuk mengurangi paparan abu.

– Tutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi rumah ketika abu vulkanik mulai masuk ke permukiman.

– Batasi atau hentikan sementara kegiatan sekolah di luar ruangan apabila kondisi tidak memungkinkan.

– Segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.

Pemprov Lampung bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat sekaligus dapat mengambil tindakan yang tepat apabila terjadi perubahan kondisi.

Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi juga tidak mengabaikan peringatan.

Kewaspadaan menjadi kunci. Masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga berwenang.

Tenang bukan berarti lengah. Waspada bukan berarti panik.