LAMPUNG TIMUR, TIPIKOR NEWS – Kobaran api di Desa Braja Harjosari, Lampung Timur, memicu kewaspadaan. Bukan sekadar menghanguskan lahan warga, api juga berpotensi mengancam kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Di tengah situasi tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan kebakaran. Fokusnya jelas: memastikan titik api dikendalikan dan jangan sampai rambatannya memasuki kawasan konservasi.

Satu titik api yang sebelumnya muncul di wilayah permukiman dan perkebunan warga berhasil dipadamkan. Namun, petugas kembali menemukan titik api baru di area ladang alang-alang.

Kondisi vegetasi yang kering dan hembusan angin membuat situasi semakin menantang. Api yang terlihat kecil bisa berubah menjadi ancaman besar ketika bara terbawa angin dan merambat ke lahan kering.

 

Di sinilah perburuan terhadap api dimulai.

Tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman sekaligus membuat langkah antisipasi agar arah rambatan api tidak menuju TN Way Kambas.

TNI-Polri, BPBD, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, pengelola TN Way Kambas dan masyarakat dikerahkan untuk memperkuat pengawasan serta penyisiran di sekitar lokasi.

Ancaman terhadap satwa liar juga menjadi perhatian serius.

Kelompok gajah liar dilaporkan masih berada dalam kondisi aman, dengan jarak sekitar 25 kilometer dari titik kebakaran. Sementara Pusat Latihan Gajah (PLG) juga dipastikan aman dan tidak terdampak.

Namun, situasi belum sepenuhnya dianggap selesai.

Patroli dan penyisiran akan terus dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan munculnya titik api baru. Personel juga disiagakan di wilayah perbatasan kawasan hutan.

Pesannya sederhana, tetapi tegas: Jangan beri api kesempatan mendekati Way Kambas.

Kebakaran lahan bukan hanya persoalan hari ini. Jika tidak dikendalikan sejak awal, kobaran api dapat mengancam ekosistem, habitat satwa, hingga kawasan konservasi yang selama ini menjadi benteng penting bagi keanekaragaman hayati Lampung.

Kini perhatian tertuju pada satu garis pertahanan: api harus dipadamkan sebelum Way Kambas menjadi korban.

Gubernur Mirza turun, tim bergerak, dan Way Kambas harus selamat. (Red)