Bandar Lampung – DPRD Provinsi Lampung menegaskan komitmennya mengawal pelaksanaan Program Pupuk Hayati Cair (PHC) agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

Pengawasan yang ketat dinilai menjadi kunci agar program tidak hanya tersalurkan dengan baik, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat kemandirian kelompok tani di seluruh Lampung.

Program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung tersebut menargetkan pembangunan sekitar 2.000 titik fasilitas produksi Pupuk Hayati Cair yang diproyeksikan melayani hingga 800 ribu hektare lahan pertanian.

Pemerintah menargetkan program ini mampu meningkatkan produktivitas hasil panen sebesar 15 hingga 30 persen, sekaligus menekan biaya produksi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, I Made Suarjaya, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya fasilitas yang dibangun atau luas lahan yang terlayani.

Menurutnya, manfaat nyata yang dirasakan petani menjadi indikator utama keberhasilan Program PHC.

“Pelaksanaan Program PHC perlu didukung dengan pengawasan yang optimal agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Selain itu, pendampingan kepada kelompok tani harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga petani mampu memproduksi pupuk hayati secara mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah,” ujar I Made Suarjaya, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, pendampingan kepada kelompok tani harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, petani diharapkan mampu mengembangkan produksi pupuk hayati secara mandiri sehingga biaya usaha tani dapat ditekan, produktivitas meningkat, dan praktik pertanian menjadi lebih ramah lingkungan.

Selain pengawasan di lapangan, DPRD juga mendorong evaluasi berkala berbasis data untuk mengukur efektivitas program. Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah pusat dinilai perlu diperkuat agar pelaksanaan PHC berjalan lebih efektif, akuntabel, dan sesuai kebutuhan petani di setiap daerah.

DPRD Provinsi Lampung menegaskan siap mendukung seluruh kebijakan yang berpihak pada sektor pertanian. Dengan pengawasan yang maksimal dan pendampingan yang berkelanjutan, Program Pupuk Hayati Cair diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertanian Lampung yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. (tim)