Anggaran Rp78,98 Miliar, Biro Kesra Lampung Fokus Perkuat Program untuk Masyarakat
BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Lampung menyiapkan anggaran Rp78,98 miliar pada 2026 untuk mendukung berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Anggaran tersebut digunakan untuk menjalankan 2 program, 8 kegiatan dan 13 subkegiatan yang mencakup urusan penunjang pemerintahan sekaligus program kesejahteraan rakyat. Dokumen Evaluasi Renja Triwulan I 2026 mencatat total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp78.983.666.800.
Program yang disiapkan memiliki cakupan cukup luas. Biro Kesra menjalankan fasilitasi pembinaan mental spiritual, pengelolaan sarana dan prasarana spiritual, serta fasilitasi kelembagaan bina spiritual.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada kesejahteraan rakyat di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial, serta koordinasi kebijakan di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata.
Dalam dokumen perencanaan, fasilitasi kesejahteraan rakyat pelayanan dasar diarahkan untuk mendukung kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial.
Untuk bidang pendidikan, program ditargetkan menghasilkan dokumen hasil fasilitasi, koordinasi, sinkronisasi, evaluasi dan capaian kinerja kebijakan kesejahteraan rakyat bidang pendidikan.
Hal serupa dilakukan pada sektor kesehatan dan sosial. Masing-masing memiliki indikator dan target yang disusun dalam Renja 2026.
Sementara pada sektor nonpelayanan dasar, program diarahkan untuk mendukung koordinasi dan sinkronisasi kebijakan kesejahteraan rakyat di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata.
Porsi penting lainnya berada pada program pembinaan mental spiritual. Dalam dokumen Renja, kegiatan tersebut mencakup pengelolaan sarana dan prasarana spiritual serta fasilitasi kelembagaan bina spiritual.
Pada rencana 2026, pengelolaan sarana dan prasarana spiritual memiliki alokasi sekitar Rp19,32 miliar, sementara fasilitasi kelembagaan bina spiritual sekitar Rp76,31 miliar dalam tabel perbandingan dengan DPA.
Dokumen juga mencatat bahwa indikator Renja 2026 dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dinyatakan sama dan sesuai.
Besarnya anggaran tersebut diikuti mekanisme evaluasi berkala. Evaluasi Renja Triwulan I digunakan sebagai instrumen koreksi terhadap pelaksanaan program sekaligus untuk mengetahui kekuatan, kelemahan dan potensi organisasi dalam mencapai sasaran pembangunan.
Hingga Triwulan I 2026, dokumen mencatat realisasi anggaran sebesar Rp4,00 miliar atau 5,07 persen, sementara rata-rata capaian kinerja 13 subkegiatan mencapai 11,62 persen.
Dengan demikian, anggaran Rp78,98 miliar tersebut tidak hanya diarahkan pada kebutuhan internal pemerintahan, tetapi juga menopang rangkaian program yang berkaitan dengan pembinaan mental spiritual serta koordinasi kebijakan kesejahteraan rakyat di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata.
Melalui evaluasi secara berkala, pelaksanaan program diharapkan tetap terarah, terukur dan selaras dengan Renstra Biro Kesra 2025–2029. Dokumen evaluasi mencatat kesesuaian program Renja 2026 dengan Renstra mencapai 100 persen, demikian pula kesesuaian delapan kegiatan yang direncanakan. (Red)
Sumber: Dokumen Laporan Evaluasi Renja Triwulan 1 tahun 2026






Tinggalkan Balasan