BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS — Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP.,M.H, melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, sektor pendidikan khusus di Bumi Ruwa Jurai mendapatkan perhatian intensif melalui pengawalan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.

Berdasarkan data Peta Revitalisasi Satuan Pendidikan per 4 November 2026, sebanyak 14 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Lampung tercatat menerima alokasi program revitalisasi dengan total dana bantuan mencapai Rp17.000.000.000 (Rp17 Miliar). Seluruh bantuan ini difokuskan untuk 14 sekolah berstatus reguler guna mewujudkan infrastruktur pendidikan yang merata dan layak.

Bantuan fantastis ini didistribusikan ke berbagai kabupaten dan kota untuk memperbaiki fasilitas belajar mengajar di berbagai sekolah, di antaranya: SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi di Kota Bandar Lampung, SLB Insan Prima Bestari di Kota Bandar Lampung, SLB Kasih Bunda di Lampung Selatan, SLB Kurnia Poncowati di Lampung Tengah.

Kemudian, SLB N Metro di Kota Metro, SLB Negeri Kota Gajah di Lampung Tengah, SLB Negeri Lampung Timur, SLB Negeri Liwa di Lampung Barat, SLB Negeri Mesuji, SLB Negeri Tanggamus, SLB Negeri Tulang Bawang, SLB Pelita Bunga di Lampung Selatan, SLB Yamet School Cendana Lampung di Kota Bandar Lampung, dan SLBN PKK Provinsi Lampung di Kota Bandar Lampung.

Di bawah pengawalan ketat Kabid Diksus Hartati bersama jajaran Disdikbud Provinsi Lampung, progres pembangunan fisik di sekolah-sekolah tersebut menunjukkan hasil yang positif. Beberapa sekolah bahkan telah mencapai progres pembangunan fisik di atas 70% hingga melampaui 90%.

Langkah strategis ini diharapkan dapat segera tuntas tepat waktu, sehingga para peserta didik penyandang disabilitas di Provinsi Lampung dapat segera menikmati lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung pengembangan potensi diri secara optimal.

Progres Signifikan Pembangunan Selasar Penghubung di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi

Pembangunan infrastruktur di lingkungan sekolah khusus terus menunjukkan progres yang membanggakan. Salah satu titik pengerjaan yang kini tampil semakin representatif adalah pembangunan selasar penghubung sepanjang 32 meter di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Berdasarkan data teknis revitalisasi, sekolah swasta berstatus reguler yang mendidik 146 siswa ini menerima total dana bantuan sebesar Rp1.630.736.000, di mana sebagian besar alokasinya difokuskan untuk menunjang sarana fisik dan kenyamanan mobilitas warga sekolah.

Melalui dokumentasi perbandingan kondisi lapangan per 29 Oktober 2026, transformasi pembangunan selasar penghubung ini terlihat sangat nyata:

Kondisi Sebelum Pengerjaan: Akses jalur antargedung atau antarruangan kelas sebelumnya berupa undakan tangga semen terbuka tanpa pelindung atap, sehingga siswa, guru, maupun staf sekolah rentan terkendala saat harus berpindah tempat di tengah cuaca panas maupun hujan.

Progres Terkini: Selasar penghubung kini telah berdiri kokoh dilengkapi dengan deretan tiang beton penyangga yang rapi, atap pelindung yang menaungi jalur jalan kaki, serta tangga akses bertingkat yang dilapisi keramik bersih dan aman.

Kehadiran selasar penghubung yang modern ini tidak hanya memperindah tata letak kawasan sekolah, tetapi juga memberikan perlindungan serta kenyamanan ekstra bagi para peserta didik berkebutuhan khusus saat beraktivitas dan bermobilitas di lingkungan sekolah.

Di bawah pengawalan ketat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, percepatan pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat segera rampung sepenuhnya guna mengoptimalkan mutu layanan pendidikan inklusif di Bumi Ruwa Jurai.

Revitalisasi SLB Kasih Bunda Lampung Selatan Pacu Pembangunan RKB hingga Pagar Sekolah

Selain meninjau wilayah perkotaan, program revitalisasi satuan pendidikan yang dikawal ketat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung juga menyasar lembaga pendidikan khusus di daerah penyangga, salah satunya SLB Kasih Bunda yang terletak di Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan data teknis revitalisasi satuan pendidikan, sekolah swasta berstatus reguler yang mendampingi sekitar 40 siswa dengan didukung oleh 10 tenaga pendidik ini memperoleh alokasi dana bantuan yang signifikan senilai Rp1.664.000.000.

Dana bantuan tersebut dialokasikan secara terpadu untuk mendongkrak sarana dan prasarana fisik sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan representatif, yang mencakup:

Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) beserta perabotannya (3 ruang), Pembangunan ruang keterampilan beserta perabotannya (1 ruang), Pembangunan ruang administrasi beserta perabotannya (1 paket), Pembangunan toilet (jamban) siswa/guru tipe I beserta sanitasinya (1 paket), dan Pembangunan pagar keliling sekolah seluas 408 meter persegi.

Berdasarkan dokumentasi lapangan per 29 Oktober 2026, progres pembangunan di SLB Kasih Bunda menunjukkan awal yang aktif.

Titik pengerjaan terlihat mulai digenjot, salah satunya pada pembangunan struktur dinding pembatas atau pagar keliling sekolah yang berdiri kokoh guna meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan belajar.

Melalui pengawasan intensif dari jajaran Disdikbud Provinsi Lampung, percepatan pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat rampung sesuai target.

Kehadiran fasilitas baru berupa ruang kelas yang memadai, ruang keterampilan, hingga sanitasi yang layak di SLB Kasih Bunda diyakini mampu memberikan semangat baru bagi para siswa berkebutuhan khusus di Lampung Selatan untuk terus mengasah potensi dan keterampilan mereka secara optimal.

Revitalisasi SLB Negeri Tanggamus Sentuh Angka Progres 40 Persen

Di bawah pengawalan intensif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, program revitalisasi kini tengah gencar dilaksanakan di SLB Negeri Tanggamus, yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus.

Berdasarkan data teknis revitalisasi satuan pendidikan, sekolah negeri berstatus reguler ini mendidik sebanyak 106 siswa dengan didukung oleh 20 tenaga pendidik.

SLB Negeri Tanggamus mendapatkan alokasi dana bantuan yang sangat besar, yakni senilai Rp2.953.964.000, yang difokuskan secara komprehensif untuk merenovasi serta memperluas fasilitas penunjang belajar.

Cakupan volume pekerjaan dalam program revitalisasi di SLB Negeri Tanggamus ini meliputi berbagai fasilitas penting, di antaranya: Rehabilitasi ruang kelas beserta perabotannya (2 ruang), Rehabilitasi ruang administrasi beserta perabotannya (1 ruang), Pembangunan ruang kelas baru (RKB) beserta perabotannya (4 ruang), Pembangunan selasar penghubung sepanjang 90 meter, Pembangunan kantin beserta perabotannya (1 paket), Pembangunan pagar seluas 384 meter persegi, Pembangunan ruang serbaguna beserta perabotannya (1 paket) dan Pembangunan turap sepanjang 81 meter kubik.

Berdasarkan data dan dokumentasi lapangan per 29 Oktober 2026, progres pembangunan fisik di sekolah ini telah mencapai angka 40 persen. Aktivitas pengerjaan di lapangan terlihat berjalan aktif, termasuk perbaikan struktur atap gedung sekolah serta penataan kawasan penunjang lainnya guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelayakan fasilitas belajar bagi para siswa.

Dengan dukungan penuh dari Pemprov Lampung dan pengawalan ketat Disdikbud, percepatan pembangunan ini diharapkan dapat segera tuntas dengan hasil yang maksimal.

Kehadiran sarana yang semakin lengkap dan representatif di SLB Negeri Tanggamus ini diyakini akan semakin memotivasi para siswa penyandang disabilitas untuk menimba ilmu dan mengembangkan bakat mereka dengan penuh semangat.

Pemerataan Akses Pendidikan Inklusif di Wilayah Ujung Timur Lampung, Revitalisasi SLB Negeri Mesuji Terus Dikebut

Sementara, program revitalisasi sarana dan prasarana kini tengah berjalan aktif di SLB Negeri Mesuji, yang berlokasi di Desa Bujung Buring, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji.

Berdasarkan data teknis revitalisasi satuan pendidikan, sekolah negeri berstatus reguler ini mendidik sebanyak 77 siswa dengan didukung oleh 12 tenaga pendidik. Guna menunjang kenyamanan dan kelayakan proses belajar mengajar, SLB Negeri Mesuji mendapatkan alokasi dana bantuan yang substansial senilai Rp1.423.000.000.

Cakupan volume pekerjaan dalam program revitalisasi di SLB Negeri Mesuji ini dirancang secara komprehensif untuk memenuhi standar fasilitas sekolah inklusif, yang meliputi: Rehabilitasi ruang kelas beserta perabotannya (9 ruang), Pembangunan jalur aksesibilitas pada sirkulasi pejalan kaki — kendaraan (termasuk drainase) seluas 293 meter persegi, Pembangunan ruang serbaguna beserta perabotannya (1 paket) dan Pembangunan lapangan olahraga dan upacara (termasuk drainase) seluas 420 meter persegi.

Berdasarkan data dan dokumentasi lapangan per 29 Oktober 2026, progres pembangunan fisik di SLB Negeri Mesuji telah mencapai angka 34,52 persen.

Aktivitas pengerjaan di lapangan terlihat sangat dinamis, mulai dari penggunaan alat berat untuk penataan lahan pada tahap awal hingga pengerjaan struktur bangunan dinding ruang serbaguna (Gedung GSG) yang kini berdiri kokoh dengan pengawasan tukang yang cekatan.

Dengan dukungan penuh dari Pemprov Lampung dan pengawalan ketat Disdikbud, percepatan pembangunan ini diharapkan dapat segera rampung tepat waktu.

Kehadiran fasilitas baru yang modern, aksesibel, dan representatif ini diyakini akan memberikan angin segar serta semangat baru bagi para siswa penyandang disabilitas di Kabupaten Mesuji untuk mengoptimalkan potensi dan prestasi mereka.

Progres Melesat Nyaris Sempurna, Revitalisasi SLB Negeri Liwa Lampung Barat Capai 90,75 Persen

Selain itu, Program revitalisasi sarana dan prasarana di SLB Negeri Liwa kini telah menunjukkan progres yang sangat membanggakan dan mendekati tahap akhir.

Terletak di Kelurahan Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, sekolah negeri berstatus reguler ini mendidik sebanyak 25 siswa.

Guna memberikan fasilitas terbaik bagi para peserta didik berkebutuhan khusus di kawasan pegunungan tersebut, SLB Negeri Liwa memperoleh alokasi dana bantuan revitalisasi senilai Rp1.310.800.000.

Cakupan volume pekerjaan dalam program revitalisasi ini dirancang sangat detail untuk menata kawasan sekolah agar semakin representatif, aman, dan nyaman, yang meliputi: Pembangunan selasar penghubung sepanjang 12 meter, Pembangunan jalur aksesibilitas pada sirkulasi pejalan kaki dan kendaraan (termasuk drainase) seluas 1 meter persegi, Pembangunan drainase sepanjang 89 meter, Pembangunan pagar seluas 123 meter persegi, Pembangunan turap seluas 295 meter kubik dan Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 710 meter persegi.

Berdasarkan data dan dokumentasi lapangan per 29 Oktober 2026, progres pembangunan fisik di SLB Negeri Liwa telah melesat tajam dan mencatatkan angka 90,75 persen. Dokumentasi visual memperlihatkan hasil penataan infrastruktur luar ruangan, perbaikan saluran drainase, jalur sirkulasi, hingga pagar keliling dan penataan lingkungan sekolah yang kini tampak jauh lebih tertib, bersih, serta asri.

Progres Nyaris Rampung, Revitalisasi SLB Negeri Tulang Bawang Sentuh Angka 77,08 Persen

Program revitalisasi sarana dan prasarana di SLB Negeri Tulang Bawang kini memperlihatkan perkembangan fisik yang signifikan. Terletak di Tiuh Tohou, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, sekolah negeri berstatus reguler ini mendidik sebanyak 47 siswa dengan didukung oleh 9 tenaga pendidik.

Guna menunjang kenyamanan dan kelayakan fasilitas belajar mengajar, SLB Negeri Tulang Bawang menerima alokasi dana bantuan revitalisasi senilai Rp1.135.838.000.

Cakupan volume pekerjaan dalam program revitalisasi ini dirancang secara komprehensif untuk merenovasi serta melengkapi berbagai fasilitas penunjang utama, yang meliputi:

Rehabilitasi ruang kelas beserta perabotannya (3 ruang), Rehabilitasi ruang administrasi beserta perabotannya (1 ruang), Rehabilitasi ruang ibadah (1 ruang), Rehabilitasi toilet beserta sanitasinya (1 ruang), Pembangunan ruang kelas baru (RKB) beserta perabotannya (2 ruang), Pembangunan selasar penghubung sepanjang 32 meter.

Berdasarkan data dan dokumentasi lapangan per 30 Oktober 2026, progres pembangunan fisik di SLB Negeri Tulang Bawang telah melesat tinggi mencapai angka 77,08 persen.

Dokumentasi visual memperlihatkan transformasi nyata dari tahapan renovasi struktur bangunan lama hingga rampungnya area selasar penghubung serta fasilitas toilet modern yang dilengkapi akses khusus pegangan, lantai keramik bersih, serta jalur pemandu yang ramah disabilitas.

Dengan pencapaian yang sudah mendekati tahap akhir ini, Pemprov Lampung melalui Disdikbud terus mengawal sisa pekerjaan agar dapat selesai tepat waktu.

Kehadiran fasilitas baru yang kokoh, bersih, dan representatif ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi para peserta didik berkebutuhan khusus dalam menimba ilmu di Tulang Bawang.

Revitalisasi SLB N Metro Terus Digenjot

Program revitalisasi satuan pendidikan kini tengah berproses di SLB N Metro, yang berlokasi di Jalan Gatot Kaca, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro.

Berdasarkan data teknis revitalisasi satuan pendidikan, sekolah negeri berstatus reguler ini memiliki jumlah peserta didik yang cukup besar, yakni mendidik sebanyak 128 siswa dengan didukung oleh 32 tenaga pendidik.

Guna menghadirkan fasilitas belajar yang semakin representatif, nyaman, dan memadai, SLB N Metro memperoleh alokasi dana bantuan revitalisasi senilai Rp1.193.300.000.

Cakupan volume pekerjaan dalam program revitalisasi di SLB N Metro ini dirancang secara komprehensif untuk merenovasi berbagai fasilitas utama sekolah, yang meliputi:

Rehabilitasi ruang kelas beserta perabotannya (7 ruang), Rehabilitasi ruang perpustakaan beserta perabotannya (1 ruang), Rehabilitasi ruang keterampilan beserta perabotannya (4 ruang), Rehabilitasi ruang administrasi beserta perabotannya (1 ruang), dan Rehabilitasi ruang ibadah (1 ruang).

Berdasarkan data dan dokumentasi lapangan per 29 Oktober 2026, progres pembangunan fisik di SLB N Metro tercatat berada pada angka 20,72 persen.

Dokumentasi visual memperlihatkan kondisi fisik bangunan sekolah di antaranya bangunan ruang ibadah (Mushola) serta blok ruang kelas yang tengah menjalani peremajaan dengan balutan cat dinding baru berwarna hijau cerah serta penataan fasilitas pendukung seperti menara air bersih.

Melalui pengawasan intensif dari jajaran Disdikbud Provinsi Lampung, percepatan pembangunan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara optimal.

Kehadiran fasilitas yang telah direhabilitasi ini diyakini akan memberikan kenyamanan lebih bagi para siswa penyandang disabilitas di Kota Metro dalam menimba ilmu dan mengembangkan keterampilan mereka.

Peningkatan Kualitas Sarana Belajar Inklusif, Revitalisasi SLBN PKK Provinsi Lampung Terus Digenjot

Di bawah pengawalan intensif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan kini tengah berjalan secara progresif di SLBN PKK Provinsi Lampung, yang berlokasi di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.

Berdasarkan data teknis revitalisasi satuan pendidikan, sekolah negeri berstatus reguler ini merupakan salah satu lembaga pendidikan khusus dengan jumlah peserta didik yang cukup besar, yakni mendidik sebanyak 221 siswa yang didukung oleh 37 tenaga pendidik.

Guna memberikan fasilitas penunjang yang representatif, modern, dan nyaman bagi para siswa, SLBN PKK Provinsi Lampung memperoleh alokasi dana bantuan revitalisasi senilai Rp1.425.149.000.

Cakupan volume pekerjaan dalam program revitalisasi ini dirancang secara komprehensif untuk merenovasi berbagai fasilitas utama sekolah, yang meliputi:

Rehabilitasi ruang kelas beserta perabotannya (4 ruang), Rehabilitasi ruang perpustakaan beserta perabotannya (1 ruang), Rehabilitasi ruang pembelajaran khusus beserta perabotannya (1 ruang), Rehabilitasi ruang keterampilan beserta perabotannya (5 ruang), Rehabilitasi ruang ibadah (1 ruang) dan Rehabilitasi toilet beserta sanitasinya (2 ruang).

Berdasarkan data dan dokumentasi lapangan per 29 Oktober 2026, progres pembangunan fisik di SLBN PKK Provinsi Lampung tercatat berada pada angka 16,92 persen.

Dokumentasi visual memperlihatkan tahapan pengerjaan awal dan peremajaan fisik bangunan sekolah, termasuk pembenahan struktur ruangan serta pemasangan plafon baru yang rapi dan dilengkapi pencahayaan optimal di dalam ruang kelas.

Melalui pengawasan ketat dari jajaran Disdikbud Provinsi Lampung, percepatan pembangunan ini diharapkan dapat berjalan lancar hingga tuntas tepat waktu.

Kehadiran fasilitas yang telah direhabilitasi ini diyakini akan memberikan kenyamanan lebih bagi para siswa penyandang disabilitas dalam menimba ilmu serta mengasah keterampilan mereka di Bandar Lampung. (Red)