Kotabumi, Tipikor News — SMAN 3 Kotabumi tengah menghadapi situasi yang disebut-sebut sebagai “masa paling genting” dalam beberapa minggu terakhir. Sejak ditinggalkan kepala sekolah sebelumnya, Vivi Evita Rozalifa, kondisi keuangan sekolah dikabarkan nyaris lumpuh total.
Sumber menyebutkan, kas sekolah kini berada di angka Rp0. Angka ini memicu kekhawatiran serius, mengingat operasional sekolah bergantung pada ketersediaan dana untuk berbagai kebutuhan dasar, mulai dari administrasi hingga kegiatan belajar-mengajar.
Tak hanya itu, persoalan lain ikut mencuat. Program pengadaan seragam siswa yang telah direncanakan sebelumnya hingga kini belum rampung. Dari total sekitar 360 siswa, dengan estimasi anggaran mencapai Rp1,2 juta per siswa, realisasi pengadaan disebut masih tersendat tanpa kejelasan.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan orang tua dan wali murid. Mereka mempertanyakan transparansi serta pengelolaan anggaran selama masa transisi kepemimpinan.
Sebagai informasi, Vivi Evita Rozalifa menjabat sebagai Kepala SMAN 3 Kotabumi selama kurang lebih 2 tahun 6 bulan, sebelum kini berpindah tugas ke SMAN 1 Sungkai, Kabupaten Lampung Utara.
Situasi ini pun menempatkan SMAN 3 Kotabumi di persimpangan krusial: segera bangkit dengan transparansi dan langkah konkret, atau terus terjerat dalam bayang-bayang krisis yang kian dalam.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. Jika terdapat data, penjelasan, atau bantahan resmi, dapat disampaikan kepada redaksi untuk dimuat pada pemberitaan selanjutnya. (Tim)





















