Video: RSUD ZAPA Perkuat Layanan Anak
WAY KANAN, TIPIKOR NEWS — Harapan baru bagi pelayanan kesehatan anak di Kabupaten Way Kanan mulai disiapkan. Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagar Alam (RSUD ZAPA) memasuki tahun anggaran 2026 dengan agenda penguatan fasilitas dan pelayanan, khususnya bagi bayi dan anak yang membutuhkan penanganan medis secara intensif.
Bukan sekadar menambah bangunan, langkah tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang cepat, aman dan semakin lengkap di daerah.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUD ZAPA dr. Febri Jaya Gunawan, Sp.An., S.E., M.M.Kes., rumah sakit daerah ini menyiapkan total anggaran belanja sebesar Rp30,42 miliar yang tersebar dalam 85 paket kegiatan strategis.
Salah satu bagian yang paling mendapat perhatian adalah penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
NICU dan PICU Jadi Andalan Baru:
Dua fasilitas penting disiapkan untuk memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien bayi dan anak dengan kondisi serius, yakni Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
Masing-masing pembangunan fasilitas tersebut dialokasikan sekitar Rp2,06 miliar, disertai dukungan jasa pengawasan pembangunan.
Kehadiran dua fasilitas ini memiliki arti penting. Sebab, ketika seorang bayi lahir dalam kondisi membutuhkan perawatan intensif atau seorang anak harus mendapatkan penanganan khusus karena kondisi kritis, kecepatan pelayanan menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan.
Di titik inilah keberadaan NICU dan PICU diharapkan memberikan perubahan. Masyarakat Way Kanan nantinya memiliki dukungan fasilitas yang lebih kuat untuk mendapatkan penanganan intensif tanpa harus selalu bergantung pada fasilitas kesehatan di luar daerah.
Bagi keluarga, fasilitas tersebut bukan hanya soal bangunan dan peralatan. Di baliknya ada harapan agar seorang anak bisa mendapatkan pertolongan lebih cepat ketika kondisi darurat datang.
Tak Hanya Bangunan, Obat dan SDM Diperkuat, Penguatan pelayanan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas.
RSUD ZAPA juga menyiapkan dukungan terhadap ketersediaan obat-obatan dan bahan medis operasional dengan nilai lebih dari Rp4,43 miliar.
Ketersediaan obat menjadi bagian penting dari rantai pelayanan rumah sakit. Fasilitas yang baik tanpa dukungan obat dan bahan medis yang memadai tentu tidak akan mampu memberikan pelayanan secara maksimal.
Karena itu, penguatan sektor farmasi menjadi bagian dari strategi RSUD ZAPA dalam memastikan pelayanan kepada pasien dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Dari sisi sumber daya manusia, rumah sakit juga memberikan perhatian serius. Lebih dari Rp3 miliar dialokasikan untuk mendukung jasa tenaga kesehatan serta kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Langkah ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas rumah sakit tidak hanya bergantung pada gedung dan peralatan, tetapi juga pada manusia yang berada di balik pelayanan tersebut.
Dokter, perawat, tenaga kesehatan dan seluruh unsur pendukung menjadi bagian penting dalam memastikan pasien memperoleh pelayanan yang profesional dan manusiawi.
Di tengah agenda peningkatan pelayanan, RSUD ZAPA juga menunjukkan komitmen terhadap penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN).
Dari total 85 paket pengadaan yang direncanakan, sebanyak 70 paket mengutamakan penggunaan produk dalam negeri.
Kebijakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan operasional rumah sakit, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian nasional melalui optimalisasi produk dalam negeri.
Dengan demikian, penguatan layanan kesehatan di RSUD ZAPA diharapkan berjalan beriringan dengan pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab.
Bagi manajemen RSUD ZAPA, pembangunan fasilitas dan pengadaan kebutuhan rumah sakit juga harus berjalan dengan prinsip transparansi.
Direktur RSUD ZAPA dr. Febri Jaya Gunawan menegaskan bahwa keterbukaan Rencana Umum Pengadaan (RUP) merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan profesional rumah sakit kepada masyarakat Kabupaten Way Kanan.
Transparansi tersebut menjadi penting karena setiap rupiah anggaran publik pada akhirnya harus kembali memberikan manfaat kepada masyarakat.
Terlebih, rumah sakit merupakan salah satu wajah utama pelayanan pemerintah. Ketika masyarakat datang membawa anggota keluarga yang sedang sakit, yang dibutuhkan bukan hanya fasilitas medis, tetapi juga kepastian bahwa mereka mendapatkan pelayanan terbaik.
Karena itu, pembangunan NICU dan PICU diharapkan bukan sekadar menjadi proyek pembangunan fisik, melainkan bagian dari transformasi pelayanan kesehatan.
Ke depan, RSUD ZAPA diharapkan mampu menjadi tempat yang semakin siap menghadapi berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat Way Kanan.
Penguatan fasilitas anak, ketersediaan obat, dukungan tenaga kesehatan, penggunaan produk dalam negeri hingga transparansi pengadaan menjadi satu rangkaian yang saling melengkapi.
Target akhirnya sederhana, tetapi sangat berarti: ketika masyarakat Way Kanan membutuhkan pertolongan medis, mereka tidak hanya datang ke rumah sakit dengan membawa kecemasan, tetapi juga membawa harapan bahwa pelayanan terbaik ada di dekat mereka.
Dengan agenda penguatan tersebut, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi RSUD ZAPA untuk melakukan lompatan pelayanan.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah rumah sakit bukan hanya seberapa besar anggaran yang dikelola atau seberapa megah fasilitas yang dibangun.
Ukuran paling penting adalah seberapa besar masyarakat merasakan manfaatnya terutama ketika keselamatan seorang anak berada di ujung harapan. (Red)





Tinggalkan Balasan