KOTA METRO, TIPIKOR NEWS — Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga pada upaya menciptakan lingkungan permukiman yang layak, produktif, dan berwawasan lingkungan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian program Infrastruktur Hunian Hijau Masyarakat (H2M) bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Seroja di Kelurahan Rejomulyo, Kota Metro.

Peresmian fasilitas H2M dilakukan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Lampung, Ir. Thomas Edwin, S.T., S.E., M.M., bersama Pemerintah Kota Metro yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Kusbani, S.Pd., M.Pd.

Program H2M merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan kawasan permukiman yang tidak hanya memenuhi kebutuhan infrastruktur, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjadi sarana produktif bagi KWT Seroja dalam mengembangkan kegiatan berbasis komunitas serta memperkuat kemandirian masyarakat.

Thomas Edwin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur perlu diarahkan untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas fisik, tetapi juga dari pemanfaatan dan dampak positif yang dihasilkan bagi warga.

Program Infrastruktur Hunian Hijau Masyarakat (H2M) merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung pembangunan kawasan permukiman yang layak, produktif, dan berwawasan lingkungan.

“Kami berharap keberadaan fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Seroja, sehingga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Thomas Edwin belum lama ini.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan secara efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.

Pelaksanaan program H2M di Kelurahan Rejomulyo merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, kalangan akademisi melalui SDGs Center Universitas Bandar Lampung (UBL), serta masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan yang partisipatif dan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Keterlibatan KWT Seroja menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengembangkan lingkungan yang produktif dan mendukung aktivitas ekonomi berbasis komunitas.

Dengan dukungan infrastruktur dan kolaborasi berbagai pihak, masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan fasilitas yang tersedia untuk kegiatan yang bermanfaat.

Selain penyediaan sarana, keberlanjutan program juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam pemeliharaan dan pemanfaatan fasilitas.

Dengan demikian, hasil pembangunan tidak berhenti pada peresmian, tetapi dapat terus memberikan kontribusi bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan warga.

Peresmian H2M di Kelurahan Rejomulyo menjadi langkah untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun kawasan permukiman yang lebih hijau, nyaman, dan produktif.

Melalui sinergi pemerintah, akademisi, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Membangun hari ini, menghadirkan manfaat berkelanjutan untuk masa depan. (Tim)