“Maju Untuk Mengabdi, Bukan Untuk Berkuasa”

LAMPUNG TENGAH, TIPIKOR NEWS – Dari tanah kelahiran yang sama-sama kita cintai, dari jalan kampung yang becek saat hujan dan berdebu saat kemarau, lahirlah harapan baru.

Beberapa hari yang lalu, Bapak Suhardi secara resmi telah ditetapkan sebagai Calon Kepala Kampung Gunung Haji, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah periode mendatang SK dan berkas pendaftaran beliau telah diterima, dan kini nama Suhardi sah menjadi salah satu putra terbaik yang siap berjuang untuk Gunung Haji.

Kabar ini seperti angin segar yang berhembus di tengah sawah dan pekarangan warga. Di warung, di pos ronda, di majelis taklim… satu nama yang mulai sering disebut: Suhardi.

Suhardi bukan orang baru. Beliau adalah anak Gunung Haji. Lahir, besar, dan hidup bersama kita.

Selama ini warga kenal beliau sebagai sosok yang sederhana, pekerja keras, dan tidak pernah gengsi turun ke bawah. Kalau ada gotong royong, beliau paling depan angkat cangkul. Kalau ada warga sakit, beliau duluan yang nanya dan bantu. Kalau ada kegiatan kampung, dari yasinan sampai bersih desa, beliau selalu hadir tanpa diundang.

“Saya sudah terlalu lama melihat kampung kita. Saya tahu mana yang harus dibenahi. Saya tidak bisa diam saja,” ujar Suhardi dengan suara bergetar saat ditemui usai pendaftaran.

Dalam visi dan misinya, Suhardi tidak bicara muluk-muluk. Beliau bicara tentang hal-hal nyata yang langsung dirasakan warga setiap hari:

1. Infrastruktur Merata dan Berkualitas
“Jalan harus mulus. Drainase harus lancar. Biar ibu-ibu ke pasar tidak terpeleset, biar hasil tani cepat sampai ke pengepul.”
2. Ekonomi Warga Bangkit
Pemberdayaan UMKM, kelompok tani, dan pemuda. Membuka akses modal dan pelatihan agar hasil bumi Gunung Haji punya nilai jual lebih tinggi.
3. Pendidikan dan Generasi Qur’ani
Memastikan tidak ada anak Gunung Haji yang putus sekolah karena biaya. Menghidupkan kembali TPA, TPQ, dan kegiatan kepemudaan.
4. Pelayanan Tanpa Pungli dan Tanpa Bedakan
“Kantor kampung harus jadi rumah kedua warga. Masuk cepat dilayani, keluar bawa solusi. Transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.”
5. Menjaga Adat dan Kebersamaan
Menguatkan lagi nilai gotong royong, adat Lampung Pubian, dan kegiatan keagamaan. Karena kuatnya kampung ada di persatuannya.

“Saya maju bukan untuk mencari jabatan, tapi untuk mengabdi dan melayani masyarakat Gunung Haji dengan sepenuh hati. Jabatan itu amanah. Dan amanah itu berat, harus dipikul dengan kejujuran,” tegas Hardi.

Dukungan Mengalir, Harapan Menggunung
Sejak namanya resmi terdaftar, dukungan mulai mengalir. Dari para tokoh adat, tokoh agama, karang taruna, sampai ibu-ibu PKK. Mereka melihat ada ketulusan di mata Suhardi.

“Kami butuh pemimpin yang mau duduk bareng di berugak, mau minum kopi pahit sama warga, bukan yang datang pas mau nyoblos saja,” kata salah seorang tokoh pemuda.

Masa depan Gunung Haji kini ada di tangan kita bersama. Tahapan selanjutnya adalah kampanye dan sosialisasi. Saatnya warga mendengar, bertanya, dan menilai dengan hati jernih.

Kepada seluruh warga Kampung Gunung Haji yang saya hormati, mari kita jaga proses demokrasi ini dengan damai. Jangan ada fitnah, jangan ada perpecahan.

Pilihlah pemimpin yang jujur, amanah, berani, dan benar-benar mencintai kampungnya. Pilihlah pemimpin yang kalau terpilih, rumahnya tetap terbuka untuk rakyat kecil.

“InsyaAllah, dengan izin Allah dan restu masyarakat, saya siap bekerja siang malam untuk Gunung Haji yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera,” tutup Suhardi.

Penulis: Iron Guna