Dilema Anggaran Sapu vs Jeritan Perut Karyawan

BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS – Bayangkan, di saat keluarga pasien kebingungan menanti kesembuhan di selasar rumah sakit, sebuah angka fantastis mendadak bikin geleng-geleng kepala: Rp16,5 Miliar digelontorkan hanya untuk satu paket belanja jasa tenaga kebersihan di RSUD dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung!

Alih-alih mendapat dukungan, proyek “sapu dan pel” berbiaya raksasa ini langsung menyulut kemarahan publik setelah borok di balik layar ikut terbongkar.

Warganet di berbagai platform sosial media mendadak naik pitam melihat kontras tajam antara anggaran selangit dengan nasib para pekerja di lingkungan rumah sakit.

Kolom komentar langsung diserbu gelombang kekecewaan warganet yang membongkar realitas pahit di balik megahnya fasilitas kesehatan tersebut:

* Jasa Pelayanan (Jaspel) Nunggak: Di saat anggaran kebersihan mengalir deras tanpa hambatan, para tenaga kesehatan (nakes) dan pegawai justru harus mengelus dada karena hak finansial mereka seperti Jaspel, insentif, hingga BPJS dikabarkan kerap mandek dan menunggak berbulan-bulan.

* Beban Hidup Semakin Menjerit: Warganet menyoroti bagaimana pegawai di lapangan harus memeras keringat dengan aturan absensi yang super ketat, sementara beban hidup mulai dari cicilan motor hingga biaya SPP anak sekolah terbengkalai akibat hak mereka yang tak kunjung jelas.

* Sindiran Satir hingga Desakan Hukum: Komentar pedas pun bermunculan, mulai dari sindiran telak “Sapu apa itu 16,5 M buat nyapu dosa,” hingga seruan tegas dari publik agar aparat penegak hukum dan lembaga terkait segera turun tangan mengaudit total aliran dana fantastis tersebut.

Publik kini mendesak transparansi penuh dari pihak manajemen RSUDAM dan Pemprov Lampung. Jangan sampai, kilau kebersihan lantai rumah sakit dibayar mahal dengan mengorbankan kesejahteraan serta rasa keadilan para pejuangnya di garis depan! (Red)