Edwin Bavur: Infrastruktur Kuat, Way Kanan Makin Maju
WAY KANAN, TIPIKOR NEWS — Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong kemajuan Kabupaten Way Kanan. Infrastruktur yang baik bukan hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga membuka akses, memperlancar mobilitas, mendukung aktivitas ekonomi, hingga memperkuat produktivitas masyarakat.
Semangat tersebut tercermin dalam program pengadaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Way Kanan Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), sejumlah kegiatan diarahkan untuk memperkuat infrastruktur jalan, jaringan irigasi, serta berbagai kebutuhan pendukung pelayanan publik.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Way Kanan Edwin Bavur, S.Sos., S.S., menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu perhatian utama berada pada sektor jalan. Dalam RUP 2026 tercatat paket Rekonstruksi Jalan Banjar Negara–Kasui Pasar (STA 3+100) dengan nilai sekitar Rp14,1 miliar.
Selain itu, terdapat pekerjaan Peningkatan dan Rekonstruksi Jalan Gunung Sari–Simpang Tiga sekitar Rp1,18 miliar serta ruas Simpang Pasar Kasui–Pasar Jaya Tinggi sekitar Rp1,07 miliar.
Pembangunan dan peningkatan jalan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat. Jalan yang semakin baik dapat memperlancar mobilitas warga, mempermudah akses menuju pusat pelayanan, serta mendukung distribusi barang dan hasil produksi dari wilayah pedesaan menuju pusat-pusat perdagangan.
Bagi pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, akses jalan yang baik juga menjadi bagian penting dari rantai ekonomi. Hasil pertanian dapat lebih mudah dibawa ke pasar, sementara kebutuhan produksi dapat didistribusikan dengan lebih lancar.
Irigasi untuk Menjaga Produktivitas Petani
Selain jalan, infrastruktur irigasi menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pertanian Way Kanan. Dalam RUP Tahun Anggaran 2026 tercatat sejumlah kegiatan rehabilitasi, pemeliharaan, dan pembangunan jaringan irigasi di beberapa wilayah.
Bagi petani, jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik memiliki manfaat yang sangat nyata. Saluran irigasi membantu memastikan ketersediaan dan distribusi air ke lahan pertanian, terutama ketika kebutuhan air tanaman meningkat.
Dengan pasokan air yang lebih teratur, petani memiliki ruang yang lebih baik untuk mengatur waktu tanam dan pemeliharaan tanaman. Kondisi tersebut juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan sehingga risiko kekurangan air bagi tanaman dapat ditekan.
Perbaikan jaringan irigasi juga penting untuk menjaga agar saluran air tetap berfungsi secara optimal. Saluran yang rusak atau mengalami penurunan fungsi dapat menghambat distribusi air dan pada akhirnya memengaruhi produktivitas lahan.
Karena itu, rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha tani, produktivitas lahan, dan ketahanan pangan daerah.
Dalam data RUP PUPR Way Kanan 2026, sejumlah kegiatan berkaitan dengan jaringan irigasi, antara lain pemeliharaan jaringan irigasi Daerah Irigasi Way Tuba, rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Way Talang Sawah, rehabilitasi lanjutan jaringan irigasi D.I. Way Talang Siring, serta pembangunan jaringan irigasi air tanah di Kampung Bali Sadhar Tengah.
Bagi petani, manfaatnya dapat dirasakan dari hal-hal yang sederhana tetapi sangat menentukan: air yang lebih mudah mengalir ke lahan, tanaman yang memperoleh pasokan air lebih teratur, hingga peluang menjaga hasil produksi.
Jika jaringan irigasi terpelihara dengan baik dan akses jalan semakin lancar, dua infrastruktur tersebut dapat saling mendukung. Jalan mempermudah hasil pertanian keluar dari sentra produksi menuju pasar, sementara irigasi membantu menjaga lahan tetap produktif.
Infrastruktur untuk Masa Depan Way Kanan
Secara keseluruhan, data RUP Dinas PUPR Way Kanan Tahun Anggaran 2026 mencatat total nilai pengadaan sekitar Rp18,47 miliar, yang mencakup pekerjaan konstruksi, jasa konsultansi, barang, serta sejumlah kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola.
Arah pembangunan tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan tentu bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan fisik. Yang lebih penting adalah memastikan hasil pembangunan memiliki kualitas, berfungsi dengan baik, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sebab, ketika jalan semakin baik, akses masyarakat semakin terbuka. Ketika irigasi semakin terjaga, produktivitas pertanian semakin memiliki ruang untuk berkembang. Dan ketika keduanya berjalan beriringan, peluang ekonomi masyarakat pun semakin luas.
Infrastruktur yang kuat pada akhirnya bukan hanya tentang membangun jalan dan saluran air. Infrastruktur adalah tentang membuka akses, menjaga produktivitas, memperkuat ekonomi masyarakat, dan membangun fondasi agar Way Kanan terus bergerak maju. (Red)






Tinggalkan Balasan