LAMPUNG BARAT, TIPIKOR NEWS — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Kabupaten Lampung Barat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong dalam melanjutkan pembangunan daerah.

Semangat tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Barat dalam rangka memperingati HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat, Rabu (23/9/2026), di Ruang Sidang Makhgasana DPRD Kabupaten Lampung Barat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama”, yang mencerminkan semangat untuk membangun daerah secara bersama-sama melalui sinergi pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat.

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Lampung Barat. Salah satu agenda utama yakni mendengarkan pidato Bupati Lampung Barat dalam rangka HUT ke-35.

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan pembangunan Lampung Barat sekaligus memperkuat komitmen bersama menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Semangat kebersamaan juga diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat komitmen Lampung Barat sebagai Kabupaten Konservasi.

Penanaman pohon menjadi pesan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.

Tema “Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama” pun menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, DPRD, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan memiliki peran dalam menjaga kesinambungan pembangunan Lampung Barat.

DPRD Kabupaten Lampung Barat berharap peringatan HUT ke-35 dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mendorong kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, perjalanan Lampung Barat memasuki usia ke-35 diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi pijakan untuk menatap masa depan dengan pembangunan yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (ADV)