VIRAL VIDEO KELUHAN LAMPU JALAN PADAM, PUBLIK DESAK EVALUASI INFRASTRUKTUR BANDAR LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS – Waktu menunjukkan pukul 23.15 WIB ketika sebuah rekaman video pendek mendadak menghentcarkan lini masa media sosial dan memicu amarah publik.
Diunggah oleh akun TikTok @desimayasariiii, video amatir tersebut memperlihatkan perjalanan malam yang mencekam di sepanjang jalur utama dari kawasan Sinar Laut menuju Campang Raya, Bandar Lampung.
Bukannya disambut dengan terangnya lampu perkotaan, pengendara justru dihadapkan pada kenyataan pahit: lampu penerangan jalan umum (PJU) mati total, meninggalkan ruas jalan dalam cengkeraman kegelapan pekat.
Dalam rekaman tersebut, suara sang perekam terdengar bergetar menahan rasa takut sekaligus frustrasi mendalam yang mewakili jeritan masyarakat:
“Tinggal di Bandar Lampung ini ya. Lampunya mati. Ini gelap. Kayak mana, ini mau ditelepon siapa ini? Gimana enggak rawan? Kalau gini caranya, lampu enggak ada. Dibilang mati lampu, ini hidup. Tapi lampu jalan ini mati, ini mati, itu mati. Ini jam berapa ini? Jam 11.00 malam. 11.15 malam…”
Keluhan lugas ini seketika membuka kotak pandora mengenai buruknya infrastruktur penunjang keselamatan malam hari di Kota Tapis Berseri, yang dinilai luput dari perhatian serius pemerintah daerah.
Viralnya video tersebut langsung diserbu oleh ratusan komentar dari warganet yang tumpah ruah mencurahkan pengalaman pahit serupa. Kolom komentar berubah menjadi forum terbuka penderitaan kolektif warga Bandar Lampung.
Salah satu kesaksian paling menohok datang dari akun netizen bernama Ponay, yang merinci betapa terabaikannya kawasan tempat tinggal mereka: Di kawasan Way Lunik, jangankan lampu yang menyala, tiang penerangan jalan bahkan tidak ada sama sekali.
Warga meminta agar kawasan tersebut dikondisikan dan diberi lampu di tengah jalan agar situasi menjadi terang. Pengendara motor mengeluhkan kondisi jalan yang gelap gulita ditambah terpaan debu membuat penglihatan menjadi remang-remang, sehingga lubang di jalan tidak terlihat.
Berdasarkan pengamatan warga selama 8 tahun terakhir, tidak pernah ada pemasangan lampu dari SPBU Way Lunik hingga pertigaan Pelabuhan Panjang. Kondisi ini pernah memicu insiden kecelakaan maut sekitar setahun yang lalu, di mana sebuah mobil tangki bensin menabrak pembatas di tengah jalan menjelang subuh akibat jalanan yang gelap.
Kondisi serupa ternyata tidak hanya terjadi di satu titik. Sejumlah warga turut menyuarakan betapa luasnya cakupan masalah infrastruktur ini: Akun Bagas melaporkan bahwa sepanjang jalur bypass hingga Kalianda, lampu penerangan jalan mati semua.
Menanggapi lambatnya respons pemerintah, warganet melontarkan kritik pedas berbalut satir tajam. Akun Mulya Prasanti menuliskan komentar sarkas agar warga “ngadu ke tuhan biar penjabatnya ketangkep KPK”.
Akun Nia menambahkan sindiran telak yang mencerminkan hilangnya kepercayaan publik: “Orang Lampung mah ngadu sama Allah aja, kalau sama pemerintah lagi tidur, Mbak.”
Bagi para pengendara, khususnya pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalur lintas berat yang dipenuhi truk-truk kontainer bermuatan besar, ketiadaan lampu jalan bukan sekadar ketidaknyamanan visual. Ini adalah teror psikologis yang nyata.
Kombinasi antara pekatnya kegelapan malam tanpa lampu PJU, badai debu jalanan yang menyulitkan penglihatan, serta lubang menganga di badan jalan yang tertutup gulita membuat setiap perjalanan malam di Bandar Lampung laksana sebuah perjudian nyawa.
Hingga berita ini diturunkan, pertanyaan besar yang dilontarkan warga dalam video viral tersebut masih menggantung tanpa jawaban pasti: “Ini lampunya yang rusak, apa memang belum bayar, atau gimana?”
Publik kini mendesak Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil tindakan nyata demi keselamatan warganya. (TIM)





Tinggalkan Balasan