Bandar Lampung, Tipikor News — Pemerintah Provinsi Lampung tengah mempertaruhkan salah satu program infrastruktur terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Melalui proyek preservasi jalan bernilai hampir Rp1 triliun, publik kini menyoroti sejauh mana kapasitas teknis dan manajerial Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan M Taufiqullah mampu menjawab tantangan besar tersebut.
Program pembangunan jalan yang dibiayai melalui skema pinjaman daerah itu bukan sekadar proyek biasa. Selain menyangkut nilai anggaran jumbo, proyek ini juga menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat: akses jalan yang layak, konektivitas antarwilayah, dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M Taufiqullah, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas pemerintah daerah guna mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.
“Peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi prioritas kami untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang dan jasa,” ujar Taufiqullah kepada Tipikor News, Senin (11/5/2026).
Program preservasi jalan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten strategis di Lampung dengan total anggaran mendekati Rp1 triliun.
Beberapa proyek bernilai besar di antaranya Bandar Jaya–Sp. Mandala Rp100 miliar, Brabasan–Wiralaga Rp100 miliar, serta sejumlah ruas lain di Way Kanan, Lampung Tengah, Tanggamus, hingga Tulang Bawang.
Besarnya nilai proyek membuat perhatian publik semakin tinggi. Sebab, proyek infrastruktur dengan pembiayaan pinjaman daerah selalu memiliki konsekuensi besar terhadap tata kelola anggaran dan kualitas hasil pembangunan.
Di titik inilah kepemimpinan M Taufiqullah dinilai sedang menghadapi ujian nyata. Tidak hanya memastikan proyek berjalan tepat waktu, Dinas BMBK juga dituntut mampu menjaga mutu pekerjaan, ketepatan sasaran, hingga transparansi penggunaan anggaran agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Pengawasan terhadap proyek ini diperkirakan akan berlangsung ketat. Publik berharap pembangunan jalan tidak sekadar menjadi proyek seremonial atau angka di atas kertas, melainkan benar-benar menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat, terutama di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi.
Selain memperbaiki kondisi jalan, proyek preservasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemantapan jalan secara menyeluruh. Dengan akses yang lebih baik, pemerintah optimistis distribusi logistik akan semakin efisien, investasi lebih mudah masuk, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih cepat.
Sejumlah ruas yang masuk dalam program strategis tersebut juga memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antarwilayah hingga lintas provinsi. Karena itu, keberhasilan proyek ini akan menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan infrastruktur Lampung secara keseluruhan.
Namun tantangan di lapangan tidak ringan. Faktor cuaca, kualitas pelaksanaan, pengawasan teknis, hingga konsistensi pengendalian anggaran akan menjadi penentu apakah proyek besar ini mampu berjalan sesuai harapan atau justru memunculkan polemik baru.
Bagi Pemprov Lampung, proyek preservasi jalan ini adalah investasi besar untuk masa depan daerah. Tetapi bagi publik, proyek ini juga menjadi tolok ukur: apakah anggaran jumbo benar-benar mampu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kini, seluruh mata tertuju pada pelaksanaan proyek tersebut. Dan di tengah besarnya ekspektasi itu, satu nama ikut menjadi sorotan utama M Taufiqullah, sosok yang sedang memegang ujian nyata infrastruktur Lampung. (Red)





















