Scroll untuk baca artikel
Lampung

Menakar Suara Publik, Sentimen terhadap Kebijakan Pemprov Lampung 2025 Didominasi Respons Positif

7
×

Menakar Suara Publik, Sentimen terhadap Kebijakan Pemprov Lampung 2025 Didominasi Respons Positif

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Tipikor News — Analisis terhadap persepsi masyarakat terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 menunjukkan kecenderungan sentimen positif lebih tinggi dibandingkan sentimen negatif.

Hal tersebut tergambar dalam laporan bertajuk “Menakar Suara Publik: Analisis Sentimen Kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung 2025” yang dirilis Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung.

Berdasarkan hasil pemantauan terhadap 15.172 konten digital yang berasal dari portal berita daring dan media sosial selama periode Januari hingga Desember 2025, sebanyak 41,3 persen percakapan publik bernada positif, 27,8 persen netral, dan 30,9 persen negatif.

Analisis tersebut menggunakan pendekatan hibrida kecerdasan buatan (AI) yang dikombinasikan dengan verifikasi manual oleh tim analis dengan tingkat akurasi model mencapai 81,7 persen.

Laporan tersebut juga memetakan respons masyarakat terhadap sejumlah program prioritas pemerintah daerah. Program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi kebijakan dengan tingkat sentimen positif tertinggi, yakni 72 persen.

Program pendidikan melalui Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BOPD) memperoleh sentimen positif sebesar 62 persen, diikuti sektor ketahanan pangan sebesar 61 persen.

Sementara itu, sektor kesehatan mencatat sentimen positif sebesar 58 persen, sedangkan program ekonomi desa melalui Desa Karya memperoleh apresiasi positif sebesar 55 persen. Penanganan bencana mendapat respons yang lebih beragam dengan sentimen positif 31 persen dan sentimen negatif mencapai 47 persen.

Di sisi lain, sektor infrastruktur jalan menjadi isu yang paling banyak menuai kritik. Data menunjukkan sentimen negatif terhadap kondisi infrastruktur jalan mencapai 56 persen, sementara sentimen positif hanya berada pada angka 28 persen.

Permasalahan jalan rusak disebut sebagai salah satu keluhan utama yang paling sering disampaikan masyarakat.
Dari sisi dinamika sepanjang tahun, Februari menjadi periode dengan tingkat sentimen negatif tertinggi, mencapai 48 persen.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh terjadinya banjir besar di Bandar Lampung yang mengakibatkan sekitar 14 ribu rumah terdampak serta memunculkan kritik terhadap sistem drainase.

Memasuki Mei hingga Juni, sentimen positif meningkat hingga 47 persen seiring dengan pertumbuhan penerimaan PKB dan peluncuran aplikasi layanan digital Lampung In.

Pada penghujung tahun, tepatnya Desember, sentimen positif kembali menguat hingga mencapai 48 persen, didorong oleh meningkatnya pembahasan mengenai capaian pembangunan selama satu tahun.

Adapun ruang percakapan masyarakat paling banyak berlangsung melalui media online lokal dengan jumlah 4.812 konten.

Facebook menjadi platform media sosial dengan volume diskusi tertinggi mencapai 3.540 konten, sedangkan Platform X mencatat 2.870 konten dan menjadi ruang yang paling dominan dalam penyampaian kritik secara langsung.

Hasil analisis ini memberikan gambaran mengenai persepsi publik terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung selama tahun 2025.

Selain menunjukkan adanya apresiasi terhadap sejumlah program, laporan tersebut juga mengindikasikan perlunya perhatian lebih terhadap isu infrastruktur dan penanganan bencana yang masih menjadi sorotan masyarakat.

 

Sumber: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *