BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS — Penguatan tata kelola keuangan daerah terus menjadi fondasi krusial bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam menciptakan sistem pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan terpercaya.
Sebagai langkah nyata untuk merealisasikan hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, memimpin langsung rapat pembahasan mengenai Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) serta pengembangan skema pembiayaan kreatif (creative financing ) .
Pertemuan strategi yang dihadiri oleh jajaran pejabat terkait ini bertujuan untuk merumuskan formula efektif dalam mendorong roda pembangunan di tengah berbagai tantangan fiskal daerah yang sedang dihadapi. Seperti yang terdokumentasikan dalam Instagram Pemprov Lampung, rapat berlangsung secara intensif dan interaktif di mana para peserta berdiskusi mematangkan strategi perluasan sumber pembiayaan daerah.
Dalam arahannya, Sekdaprov Marindo Kurniawan menekankan pentingnya akurasi dan profesionalisme dalam penginputan data keuangan daerah.
“Apa yang dientri harus mencerminkan pekerjaan kita yang baik. Bukan untuk berlomba mencari prestasi, tetapi kita ingin masyarakat percaya bahwa pemerintah daerah memiliki tata kelola dan pelayanan publik yang baik serta akuntabel,” ujar Marindo, Jumat (19/6/2026).
Langkah penguatan tata kelola ini juga sejalan dengan visi besar pimpinan daerah. Berdasarkan komitmen Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengubah tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik harus didukung penuh melalui pengukuran kinerja yang objektif serta berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkala.
Melalui peningkatan kualitas pengelolaan keuangan, transparansi pelaporan yang ketat, serta optimalisasi skema pembiayaan pembangunan yang inovatif, Pemerintah Provinsi Lampung optimis dapat menghadirkan pelayanan publik yang jauh lebih baik dan berkelanjutan.
Sinergi ini menjadi modal utama pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan yang efektif demi mewujudkan visi besar menuju “Lampung Maju” dan mendukung pencapaian “Indonesia Emas 2045”. (red)





















