BMBK Lampung Siapkan Infrastruktur Berkelanjutan
BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS — Infrastruktur bukan sekadar jalan yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya. Di balik setiap kilometer jalan yang dibangun, direkonstruksi dan dipelihara, terdapat pergerakan ekonomi, akses masyarakat, distribusi hasil pertanian, konektivitas antarkawasan hingga peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru.
Semangat itulah yang tergambar dalam dokumen perencanaan dan evaluasi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung tahun 2026.
BMBK Lampung menempatkan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan sebagai salah satu agenda strategis untuk menjaga konektivitas sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Dalam dokumen rencana aksi, BMBK mengelola tiga program utama dengan 11 kegiatan dan 64 subkegiatan. Total pagu yang tercantum mencapai sekitar Rp1,687 triliun.
Porsi terbesar diarahkan untuk Program Penyelenggaraan Jalan, dengan anggaran sekitar Rp1,646 triliun. Sementara Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah Provinsi dialokasikan sekitar Rp58,9 miliar, dan Program Pengembangan Jasa Konstruksi sekitar Rp2,02 miliar.
Besarnya porsi anggaran untuk sektor jalan menunjukkan bahwa konektivitas menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan infrastruktur Lampung.
Target Kemantapan Jalan Terus Didorong
Salah satu indikator penting yang menjadi perhatian adalah persentase kondisi kemantapan jalan provinsi.
Dalam perencanaan 2026, target kemantapan jalan berada pada angka 80,88 persen. Target tersebut kemudian diarahkan meningkat secara bertahap menjadi 82,33 persen pada 2027, 84,75 persen pada 2028, 87,95 persen pada 2029, hingga 91,79 persen pada 2030.
Artinya, pembangunan infrastruktur tidak hanya diarahkan untuk mengejar penyelesaian pekerjaan dalam satu tahun anggaran, tetapi ditempatkan dalam kerangka peningkatan kualitas jalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Dokumen juga mencatat bahwa pada 2025 tingkat kemantapan jalan provinsi berada di angka 79,79 persen, sementara target Renstra tahun tersebut tercatat sebesar 78 persen.
Ribuan Kilometer Jalan Menjadi Perhatian
Tantangan pembangunan infrastruktur Lampung memang tidak kecil.
Jaringan jalan provinsi yang menjadi bagian dari perencanaan mencapai sekitar 1.695,479 kilometer, yang tersebar dalam 98 ruas, dengan dukungan jaringan jembatan yang juga menjadi bagian penting dari konektivitas antarwilayah.
Karena itu, strategi BMBK tidak hanya berorientasi pada pembangunan jalan baru.
Pemeliharaan, rehabilitasi, rekonstruksi, pelebaran, pembangunan drainase, gorong-gorong hingga penanganan jembatan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang direncanakan.
Pendekatan tersebut penting karena kualitas jalan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak ruas baru yang dibangun, tetapi juga bagaimana infrastruktur yang sudah ada dipertahankan agar tetap berfungsi dalam jangka panjang.
Evaluasi Triwulan I Mulai Mencatat Pergerakan
Dalam evaluasi Rencana Aksi Triwulan I 2026, sejumlah kegiatan telah menunjukkan perkembangan.
Pada kegiatan survei kondisi jalan/jembatan, target jaringan yang menjadi objek kegiatan tercatat sekitar 1.695,479 kilometer.
Untuk kegiatan pembangunan jalan, dokumen evaluasi mencatat adanya realisasi 0,20 kilometer pada pekerjaan pembangunan gorong-gorong, saluran drainase/talud ruas jalan provinsi.
Pada kegiatan rekonstruksi jalan, terdapat realisasi 0,68 kilometer pada tahapan penandatanganan kontrak. Sementara rehabilitasi jalan mencatat 0,11 kilometer pada tahapan yang sama.
Dokumen juga mencatat sejumlah kegiatan lain yang masih berada dalam tahapan perencanaan, survei, kontraktual maupun persiapan pelaksanaan.
Hal ini menggambarkan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan rangkaian proses yang berlangsung bertahap, mulai dari penyusunan rencana, survei kondisi lapangan, pengadaan, kontrak, pelaksanaan hingga pengawasan dan evaluasi.
Bukan Hanya Jalan, SDM Konstruksi Juga Diperkuat
Pembangunan infrastruktur berkelanjutan tidak hanya berbicara mengenai beton, aspal, jembatan dan drainase.
BMBK juga memiliki Program Pengembangan Jasa Konstruksi yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan konstruksi.
Salah satu indikatornya adalah persentase SDM yang mendapatkan sertifikasi tenaga ahli konstruksi.
Dalam dokumen 2026, kegiatan pelatihan tenaga kerja konstruksi kualifikasi ahli menargetkan 100 orang per triwulan, sementara fasilitasi sertifikasi tenaga kerja konstruksi juga memiliki target 100 orang per triwulan.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur ditempatkan tidak hanya sebagai pekerjaan fisik, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam sektor konstruksi.
Infrastruktur yang Dipersiapkan untuk Masa Depan
Rencana pembangunan jalan provinsi Lampung memperlihatkan sebuah arah jangka panjang: infrastruktur harus terus dijaga, ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Jalan yang mantap berarti distribusi barang semakin terhubung. Akses antardaerah semakin terbuka. Mobilitas masyarakat semakin didukung. Dan pada akhirnya, infrastruktur menjadi salah satu fondasi penting bagi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Dengan target kemantapan jalan yang terus meningkat hingga 2030, BMBK Lampung menempatkan pembangunan infrastruktur dalam kerangka yang lebih panjang.
Bukan sekadar mengejar angka realisasi dalam satu tahun, tetapi membangun sistem jalan dan jasa konstruksi yang diharapkan mampu menopang kebutuhan Lampung dari tahun ke tahun.
Dari ribuan kilometer jalan provinsi hingga penguatan SDM konstruksi, agenda BMBK Lampung 2026 memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur dipersiapkan sebagai investasi jangka panjang—untuk konektivitas hari ini dan pertumbuhan Lampung di masa depan. (Red)






Tinggalkan Balasan