BABAK BARU RSUDAM, PEGAWAI TITIP HARAPAN
BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS – Babak baru kepemimpinan RSUD Abdul Moeloek, atau RSUDAM, resmi dimulai. Selasa, 6 Oktober 2026, dr. Imam Ghozali mengakhiri masa jabatannya sebagai direktur. Tongkat kepemimpinan kini kembali berada di tangan dr. Lukman Pura.
Pergantian direktur RSUD Abdul Moeloek atau RSUDAM memasuki babak baru. Dr. Lukman Pura kembali dipercaya memimpin rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung tersebut.
Lukman bukan sosok baru di RSUDAM. Ia sebelumnya pernah menduduki kursi Direktur RSUDAM, sebelum kemudian dipercaya sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung.
Namun, pergantian pimpinan kali ini bukan hanya soal siapa yang menduduki kursi direktur. Ada harapan besar yang dititipkan para pegawai.
Salah satunya menyangkut kesejahteraan dan transparansi remunerasi. Pegawai berharap, di bawah kepemimpinan baru, persoalan remunerasi dapat dikelola secara lebih terbuka, jelas, dan adil.
Bukan hanya itu. Beban kerja juga menjadi perhatian. Di tengah kompleksitas pelayanan rumah sakit, muncul harapan agar pembagian tugas dan beban kerja pegawai dapat berjalan lebih proporsional.
Sebab, seperti pesan yang disampaikan dalam percakapan pegawai: “Jangan beban kerja berat, tapi tidak makmur.
Ada pula kekhawatiran agar pegawai tidak mudah menjadi sasaran ketika terjadi kesalahan dalam menjalankan tugas. “Salah sedikit jadi sasaran.”
Pesan-pesan tersebut menjadi catatan penting bagi kepemimpinan baru. Di sisi lain, RSUDAM sebelumnya juga menjadi perhatian terkait sejumlah persoalan pelayanan dan tata kelola.
Termasuk isu jasa pelayanan kesehatan, serta pekerjaan dan pengadaan yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan BPK.
Kini, dr. Lukman Pura kembali memimpin RSUDAM dengan pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Pertanyaannya: Mampukah kepemimpinan baru menjawab harapan pegawai, memperbaiki tata kelola, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat?
Sebab, membenahi rumah sakit bukan hanya soal gedung, alat kesehatan, dan pelayanan pasien.
Tetapi juga tentang memastikan para pegawai yang berada di garis depan pelayanan merasa dihargai, terlindungi, dan sejahtera. (RED)





Tinggalkan Balasan