BANDAR LAMPUNG, TIPIKOR NEWS — Rasa haru dan syukur membuncah di Bumi Ruwa Jurai. Setelah berminggu-minggu dikepung kemarau panjang dan kepungan debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), tetesan air hujan akhirnya membasahi tanah Lampung. Area Islamic Centre Bandar Lampung menjadi salah satu wilayah yang menyambut guyuran hujan berkah tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo, tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat mengonfirmasi fenomena menyejukkan ini.

“Alhamdulillah, sudah hujan di Islamic Centre,” ucap Sekda Marindo penuh rasa syukur, mengabarkan kondisi terkini di lapangan.

Turunnya hujan ini menjadi jawaban atas puncaknya ikhtiar lahir dan batin yang ditempuh Pemerintah Provinsi Lampung bersama warga. Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggerakkan aksi spiritual masif dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat menggelar Doa Bersama dan Salat Istisqa secara serentak pada Kamis (10/9/2026).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat memberikan sambutan dalam kegiatan doa bersama dan Salat Istisqa di Lapangan Korpri, Kantor Pemprov Lampung. (Foto: Dok/Pemprov Lampung)

Buah Manis Sinergi Doa dan Modifikasi Cuaca

Kehadiran hujan tak lepas dari langkah terpadu yang diambil Pemprov Lampung. Selain mengetuk pintu langit melalui Salat Istisqa di Lapangan Korpri Kantor Gubernur, pihak pemerintah juga mengintervensi kondisi atmosfer melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Sinergi antara ketukan doa dan penyemaian awan tersebut membuahkan hasil nyata. Bersamaan dengan membaiknya laporan aktivitas GAK—di mana hembusan angin memelankan laju dan sebaran debu vulkanik kian menipis—langit Bandar Lampung akhirnya luruh meneteskan air.

“Salat istisqa yang kami laksanakan bukan semata-mata memohon turunnya hujan, tetapi momen untuk menundukkan hati, memperbanyak istigfar, dan memohon ampunan. Jika kita lakukan bersama-sama, insya Allah hati dan tujuannya menjadi satu,” kata Gubernur Mirza dalam imbauannya.

Aktivitas Sekolah Kembali Pulih

Seiring membaiknya kualitas udara dan turunnya hujan yang membasuh sisa debu vulkanik, Pemprov Lampung resmi mengakhiri masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah-sekolah dipastikan kembali berjalan normal secara tatap muka mulai Jumat (11/9/2026).

Sebagai penutup rangkaian ikhtiar, para siswa dan guru diajak mengawali hari pertama sekolah dengan menggelar Salat Istisqa dan doa syukur di lingkungan sekolah masing-masing.

Masyarakat Lampung kini menaruh harapan besar agar guyuran hujan ini terus meluas, memulihkan cadangan air bersih, menyegarkan kembali lahan pertanian yang mengering, serta mengembalikan kualitas udara bersih bagi kesehatan warga. (Red)