Pembangunan Fisik 13 SMK di Tanggamus Tunjukkan Progres Positif, Capai Rata-rata 70,5 Persen dengan Dukungan Dana Rp13,9 Miliar
Tanggamus, Tipikor News — Komitmen pemerintah dan pengelola pendidikan kejuruan dalam meningkatkan mutu serta fasilitas pembelajaran di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, terus membuahkan hasil nyata.
Sebanyak 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) reguler di wilayah ini tercatat tengah dan telah melaksanakan pembangunan fisik fasilitas sekolah dengan capaian progres rata-rata yang sangat membanggakan, yakni mencapai 70,5%.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Tanggamus, Jamnur Hardy, mengapresiasi tinggi pengucuran dana bantuan pemerintah serta komitmen seluruh elemen sekolah dalam mengawal pengerjaan fasilitas fisik tersebut.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan vokasi ini menjadi langkah krusial dalam menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan modern bagi para siswa.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi alokasi dana bantuan ini. Progres pembangunan yang telah mencapai rata-rata 70,5 persen menunjukkan komitmen bersama seluruh pihak sekolah di Tanggamus untuk segera menghadirkan fasilitas praktik dan ruang belajar yang memadai. Dengan sarana dan prasarana yang unggul, kita optimistis dapat mencetak lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga siap pakai dan berdaya saing di dunia industri,” ujar Jamnur Hardy.
Berdasarkan data yang tertera pada portal resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (…ndikdasmen.go.id), total alokasi dana bantuan yang digelontorkan untuk 13 SMK di Kabupaten Tanggamus mencapai Rp13.943.055.000 (Rp13,9 miliar). Seluruh bantuan ini disalurkan secara transparan untuk membiayai rehabilitasi maupun pembangunan gedung dan fasilitas penunjang bagi sekolah-sekolah berstatus reguler.
Daftar Uraian Sekolah, Anggaran, dan Progres Pembangunan
Di lapangan, pengerjaan proyek fisik ini memperlihatkan dinamika yang sangat positif. Beberapa sekolah tercatat telah menuntaskan pekerjaan fisik hingga 100%, sementara sekolah lainnya berada pada tahap percepatan penyelesaian akhir (finishing).
Berikut adalah rincian lengkap mengenai nama sekolah, alokasi anggaran bantuan, serta progres realisasi pembangunan fisik di 13 SMK se-Kabupaten Tanggamus:
* SMKS Muhammadiyah Talang Padang
* Anggaran Bantuan: Rp711.200.000
* Progres Fisik: 100% (Pembangunan Telah Selesai)
* SMKS Nurul Falah
* Anggaran Bantuan: Rp1.200.000.000
* Progres Fisik: 98,9% (Tahap Akhir)
* SMK Pori I Limau
* Anggaran Bantuan: Rp952.800.000
* Progres Fisik: 95,2%
* SMKS PGRI 1 Kota Agung
* Anggaran Bantuan: Rp899.900.000
* Progres Fisik: 88,6%
* SMK Darussalam
* Anggaran Bantuan: Rp649.900.000
* Progres Fisik: 81,1%
* SMKS Muhammadiyah Gisting
* Anggaran Bantuan: Rp1.600.000.000
* Progres Fisik: 77,9%
* SMKS PGRI 1 Semaka
* Anggaran Bantuan: Rp1.400.000.000
* Progres Fisik: 73,5%
* SMKS Muhammadiyah 1 Kotaagung
* Anggaran Bantuan: Rp2.000.000.000
* Progres Fisik: 68,5%
* SMK Api Bahrul Ulum
* Anggaran Bantuan: Rp1.000.000.000
* Progres Fisik: 63,7%
* SMKS Erlangga
* Anggaran Bantuan: Rp425.000.000
* Progres Fisik: 52,5%
* SMKS Bumi Nusantara Wonosobo
* Anggaran Bantuan: Rp983.000.000
* Progres Fisik: 50,8%
* SMKN 1 Talangpadang
* Anggaran Bantuan: Rp1.300.000.000
* Progres Fisik: 47,1%
* SMKS Darul Fikri
* Anggaran Bantuan: Rp776.700.000
* Progres Fisik: 19,3%
Optimisme Mewujudkan Pendidikan Vokasi Unggul
Jamnur Hardy menambahkan bahwa MKKS SMK Tanggamus akan terus mendorong percepatan pengerjaan bagi sekolah-sekolah yang progresnya masih berlanjut, agar sarana baru tersebut dapat segera digunakan secara maksimal pada semester berjalan.
“Fasilitas yang representatif adalah kunci utama dalam pembelajaran berbasis praktik di SMK. Kami berupaya memastikan seluruh pengerjaan fisik berjalan transparan, tepat waktu, dan mengedepankan kualitas mutu bangunan. Harapan kita bersama, hadirnya gedung dan ruang praktik baru dari alokasi Rp13,9 miliar ini dapat memotivasi para guru dan siswa untuk terus berprestasi,” pungkasnya.
Peningkatan infrastruktur sekolah kejuruan ini diharapkan menjadi sarana pendorong pertumbuhan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Tanggamus, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja terampil di era industri saat ini. (Tim)










Tinggalkan Balasan