KALIANDA, Tipikor News – Di tengah upaya membangun pendidikan yang berkualitas dan berwawasan lingkungan, SMAN 2 Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, menghadirkan inovasi yang patut diapresiasi. Melalui pengelolaan kebun jahe merah, sekolah ini berhasil mengubah lahan hijau menjadi ruang belajar terbuka yang memberikan pengalaman belajar nyata bagi peserta didik.
Program tersebut merupakan salah satu implementasi Sekolah Adiwiyata yang mengedepankan pembelajaran berbasis lingkungan. Tidak hanya sekadar menanam tanaman obat, seluruh proses budidaya jahe merah mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen dilakukan secara bersama-sama oleh warga sekolah, sehingga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Kepala SMAN 2 Kalianda, Herwansyah, M.Pd., mengatakan bahwa kebun jahe merah bukan hanya dimanfaatkan sebagai area penghijauan sekolah, tetapi juga menjadi laboratorium alam yang mampu membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman langsung di lapangan.
“Kebun jahe merah ini bukan sekadar tempat bercocok tanam. Kami ingin menghadirkan ruang belajar terbuka yang mengajarkan siswa tentang tanggung jawab, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya menjaga kelestarian alam,” ujar Herwansyah.
Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami bagaimana sebuah tanaman dirawat hingga menghasilkan panen yang bermanfaat.
Program tersebut juga menjadi implementasi nilai budaya Sakai Sambayan, yakni semangat gotong royong masyarakat Lampung yang diterapkan dalam kehidupan sekolah. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan hingga peserta didik, terlibat aktif dalam setiap tahapan pengelolaan kebun.
Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar mengenai teknik budidaya tanaman obat keluarga (TOGA), pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, hingga pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, mereka juga diperkenalkan pada potensi ekonomi tanaman jahe merah yang memiliki nilai jual tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman kesehatan maupun obat herbal.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan panen raya jahe merah yang berlangsung penuh antusias. Para siswa bersama guru memanen hasil budidaya yang telah dirawat selama beberapa bulan. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran berbasis praktik mampu menghasilkan karya nyata sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap hasil kerja bersama.
Momentum panen raya semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Lampung yang turut menyaksikan sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan panen bersama warga sekolah. Kehadiran tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi pendidikan lingkungan yang dikembangkan SMAN 2 Kalianda.
Suasana kebersamaan tampak begitu kental selama kegiatan berlangsung. Para siswa terlihat antusias memanen jahe merah, berdiskusi mengenai proses budidaya, hingga berbagi pengalaman selama merawat tanaman. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui praktik langsung yang memberikan pengalaman lebih bermakna.
Selain mendukung Program Adiwiyata, kebun jahe merah juga menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik. Hasil panen dapat dikenalkan sebagai produk bernilai ekonomi yang berpotensi diolah menjadi berbagai produk herbal, sehingga membuka wawasan siswa mengenai peluang usaha berbasis pertanian.
Sebagai sekolah yang telah menyandang predikat Sekolah Unggul, Sekolah Model PM KKA, dan Sekolah Adiwiyata, SMAN 2 Kalianda terus berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi pendidikan yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan, mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.
Melalui program kebun jahe merah ini, SMAN 2 Kalianda membuktikan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi ruang belajar yang hidup. Dari setiap bibit yang ditanam, tumbuh bukan hanya tanaman yang siap dipanen, tetapi juga karakter, kepedulian, serta harapan lahirnya generasi muda yang mampu menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (tim)




















