Scroll untuk baca artikel
Lampung

Jalan Baru, Harapan Baru: Ambisi Besar Lampung di Balik Proyek Rp 1 Triliun

26
×

Jalan Baru, Harapan Baru: Ambisi Besar Lampung di Balik Proyek Rp 1 Triliun

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Tipikor News — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan infrastruktur melalui program preservasi jalan dengan total nilai mendekati Rp1 triliun. Program ini dibiayai melalui skema pinjaman daerah dan mencakup sejumlah ruas strategis yang tersebar di berbagai kabupaten.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M Taufiqullah, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi prioritas kami untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang dan jasa,” ujar Taufiqullah kepada Tipikor News, Senin (11/5/2026).

Adapun sejumlah ruas jalan yang masuk dalam program preservasi tersebut meliputi:

  1. Kalirejo – Pringsewu (Link 033) di Kabupaten Pringsewu dengan anggaran Rp25 miliar
  2. Jabung – Sp. Labuhan Maringgai (Link 006) di Kabupaten Lampung Timur sebesar Rp40 miliar
  3. Bandar Jaya – Sp. Mandala (Link 022) di Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp100 miliar
  4. Kalirejo – Bangunrejo (Link 025) di Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp60 miliar
  5. Wates – Metro (Link 027) di Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp15 miliar
  6. Padang Ratu – Pekurun Udik (Link 030) di Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp40 miliar
  7. Padang Ratu – Kalirejo (Link 032) di Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp70 miliar
  8. Kasui – Air Ringkih (Batas Sumatera Selatan) (Link 075) di Kabupaten Way Kanan sebesar Rp55 miliar
  9. Tegal Mukti – Tajab (Link 088) di Kabupaten Way Kanan sebesar Rp70 miliar
  10. Sp. Teluk Kiluan – Sp. Umbar (Link 044) di Kabupaten Tanggamus sebesar Rp25 miliar
  11. Sp. Umbar – Putih Doh (Link 045) di Kabupaten Tanggamus sebesar Rp25 miliar
  12. Suoh – Sp. Blok 9 (Link 049) di Kabupaten Lampung Barat sebesar Rp40 miliar
  13. Gedong Aji – Umbul Mesir (Link 093) Paket 1 di Kabupaten Tulang Bawang sebesar Rp70 miliar
  14. Gedong Aji – Umbul Mesir (Link 093) Paket 2 di Kabupaten Tulang Bawang sebesar Rp65 miliar
  15. Brabasan – Wiralaga (Link 095) di Kabupaten Mesuji sebesar Rp100 miliar

Menurut Taufiqullah, peningkatan dan preservasi jalan tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemantapan jalan secara menyeluruh. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan aksesibilitas antarwilayah semakin lancar dan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Lihat Video: Jalan Baru, Harapan Baru: Ambisi Besar Lampung di Balik Proyek Rp 1 Triliun

Selain itu, proyek ini juga memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas regional, termasuk mendukung jalur distribusi lintas provinsi. Pemerintah Provinsi Lampung optimistis, program ini akan memberikan dampak positif terhadap efisiensi logistik, peningkatan investasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski demikian, pelaksanaan proyek dengan skema pinjaman daerah ini tetap memerlukan pengawasan yang ketat guna memastikan efektivitas penggunaan anggaran dan ketepatan sasaran pembangunan.

Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang akuntabel, proyek preservasi jalan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Lampung, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

UJIAN NYATA INFRASTRUKTUR DI TANGAN M TAUFIQULLAH

Pemprov Lampung Genjot Pembangunan Jalan Brabasan–Wiralaga untuk Perkuat Konektivitas Antarwilayah

Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pembangunan ruas jalan Brabasan–Wiralaga di Kabupaten Mesuji yang kini resmi memasuki tahap awal pengerjaan.

Groundbreaking proyek strategis tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan jalan yang diproyeksikan menjadi penghubung vital antarwilayah sekaligus memperkuat konektivitas antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M Taufiqullah, menegaskan bahwa pembangunan ruas jalan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perbatasan.

“Pembangunan jalan ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah sekitar,” ujarnya.

Pada tahun anggaran 2026, proyek ini mendapatkan alokasi dana sebesar Rp100 miliar dengan penanganan efektif sepanjang sekitar 8,83 kilometer dari total ruas jalan Brabasan–Wiralaga yang memiliki panjang kurang lebih 29,44 kilometer.

Konstruksi yang digunakan berupa perkerasan kaku atau rigid pavement berbahan beton, yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap beban kendaraan berat dan usia pakai lebih panjang. Lebar jalan juga akan ditingkatkan dari sekitar lima meter menjadi 8,4 meter guna menunjang kelancaran arus kendaraan dan aktivitas distribusi logistik.

Pemilihan konstruksi beton dinilai sebagai langkah strategis mengingat ruas tersebut akan menjadi jalur distribusi penting bagi aktivitas ekonomi lintas daerah. Infrastruktur yang kuat diharapkan mampu menekan biaya perawatan dalam jangka panjang sekaligus menjamin kelancaran mobilitas masyarakat dan barang.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan proyek ini memiliki daya tahan hingga 15 tahun untuk menopang kendaraan berat. Sementara itu, proses pembangunan ditargetkan rampung dalam 240 hari kalender dan diupayakan selesai pada September 2026.

Lebih lanjut, Taufiqullah menyebutkan bahwa pembangunan ruas Brabasan–Wiralaga menjadi bagian dari target besar peningkatan kemantapan jalan provinsi hingga mencapai 100 persen pada akhir tahun. Target tersebut menjadi indikator penting bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan.

Jika terealisasi sesuai rencana, keberadaan jalan ini diyakini akan mempercepat arus distribusi barang dan jasa, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan jasa di wilayah Mesuji dan sekitarnya.

Di sisi lain, proyek ini juga menjadi ujian nyata bagi kapasitas manajerial dan teknis Dinas BMBK Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan M Taufiqullah.

Besarnya anggaran serta tingginya harapan publik menuntut pelaksanaan proyek yang transparan, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi teknis.

Mesuji yang berada di ujung utara Provinsi Lampung selama ini dikenal sebagai wilayah dengan jarak cukup jauh dari ibu kota provinsi, yakni sekitar 200 kilometer dari Bandar Lampung. Namun, kondisi tersebut ditegaskan tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan dan pelayanan publik.

Pembangunan jalan Brabasan–Wiralaga menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam menjangkau wilayah perbatasan dan memperkuat pemerataan pembangunan. Sebab, jalan bukan hanya tentang beton dan aspal, tetapi juga tentang akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga masa depan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung optimistis proyek ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, ruas jalan Brabasan–Wiralaga mencerminkan ambisi besar daerah dalam membangun konektivitas, memperkuat daya saing wilayah, dan menghadirkan masa depan yang lebih terintegrasi bagi masyarakat Lampung hingga ke batas provinsi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *