Scroll untuk baca artikel
Berita

UPDATE BMKG LAMPUNG – 7 JUNI 2026: Peringatan Dini Cuaca untuk Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat

69
×

UPDATE BMKG LAMPUNG – 7 JUNI 2026: Peringatan Dini Cuaca untuk Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Tipikor News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) menyampaikan update informasi cuaca berdasarkan hasil pemantauan terkini yang merujuk pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Minggu (7/6/2026).

Dalam informasi peringatan dini yang diterbitkan, sejumlah wilayah di Provinsi Lampung terpantau mengalami kondisi cuaca yang memerlukan kewaspadaan masyarakat, khususnya di Kabupaten Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.

Untuk Kabupaten Tanggamus, wilayah Kecamatan Ulu Belu, khususnya Pekon Sirna Galih, terpantau mengalami suhu udara rendah mencapai 17 derajat Celsius dengan kategori risiko sedang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.

Sementara itu, di Kabupaten Lampung Barat, wilayah Kecamatan Air Hitam meliputi Pekon Gunungterang, Sidodadi, Sinar Jaya, dan Sumber Alam juga mengalami suhu rendah hingga 16 derajat Celsius dengan tingkat risiko sedang.

Masyarakat diimbau menggunakan pakaian hangat dan menjaga kondisi kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Selain itu, Kabupaten Pesisir Barat terpantau mengalami potensi angin kencang di wilayah Kecamatan Ngambur, khususnya Pekon Muara Tembulih.

Kecepatan angin tercatat mencapai 20,6 kilometer per jam dengan kategori risiko rendah. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi gangguan terhadap benda-benda yang berada di area terbuka.

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal, mengatakan bahwa informasi peringatan dini ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman cuaca ekstrem.

“BPBD Provinsi Lampung terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana melalui Pusdalops PB. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan BPBD, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga,” ujar Rudy Sjawal.

Data Pusdalops PB BPBD Provinsi Lampung juga mencatat sebanyak 711 kejadian bencana sepanjang tahun 2026. Dari jumlah tersebut, kejadian angin kencang mendominasi dengan 191 kejadian, disusul banjir sebanyak 142 kejadian, tanah longsor 40 kejadian, kekeringan 5 kejadian, banjir rob 4 kejadian, banjir bandang 2 kejadian, serta banjir dan longsor sebanyak 3 kejadian.

BPBD Provinsi Lampung mengajak seluruh pemerintah daerah, aparat kecamatan dan desa, serta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada masa perubahan cuaca yang dinamis.

(Pusdalops PB BPBD Provinsi Lampung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *