Scroll untuk baca artikel
Berita

BPBD Lampungg Imbau Masyarakat Waspadai Visibilitas Rendah di Kemiling

39
×

BPBD Lampungg Imbau Masyarakat Waspadai Visibilitas Rendah di Kemiling

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Tipikor News – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Rudy Sjawal, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan setelah munculnya peringatan dini terkait kondisi visibilitas rendah yang terpantau di wilayah Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, pada Senin (8/6/2026) dini hari.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Lampung, kondisi visibilitas rendah terjadi pada pukul 04.00 WIB dengan tingkat risiko sedang. Pemantauan menunjukkan jarak pandang di wilayah tersebut hanya mencapai sekitar 0,5 kilometer akibat adanya kabut atau udara kabur yang menyelimuti kawasan tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para pengguna jalan yang melakukan perjalanan pada waktu dini hari hingga pagi hari. Terbatasnya jarak pandang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas apabila tidak disikapi dengan kewaspadaan yang tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, Rudy Sjawal meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan dini yang telah disampaikan. Menurutnya, meskipun kejadian ini tidak termasuk dalam kategori bencana, namun dampaknya dapat membahayakan keselamatan apabila masyarakat tidak mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan.

“Visibilitas rendah merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermotor, agar lebih berhati-hati saat melintas di wilayah yang terdampak. Kurangi kecepatan kendaraan, gunakan lampu utama, dan jaga jarak aman untuk mengurangi risiko kecelakaan,” ujar Rudy Sjawal.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kabut atau udara kabur umumnya terjadi akibat kombinasi kelembapan udara yang tinggi, suhu udara yang relatif rendah pada malam hingga pagi hari, serta kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya kabut di permukaan. Fenomena ini lazim terjadi pada musim peralihan maupun saat cuaca relatif stabil dengan tingkat kelembapan yang tinggi.

Selain berdampak pada transportasi darat, kondisi visibilitas rendah juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat lainnya, termasuk kegiatan distribusi barang, mobilitas pekerja, hingga aktivitas ekonomi yang dilakukan pada pagi hari. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi potensi risiko yang dapat timbul.

BPBD Provinsi Lampung melalui Pusdalops PB terus melakukan pemantauan situasi secara berkala dan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemerintah daerah setempat guna memastikan perkembangan kondisi cuaca dapat dipantau secara optimal. Informasi yang diperoleh akan segera disampaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Rudy Sjawal juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG dan BPBD. Menurutnya, pemanfaatan informasi cuaca dan peringatan dini merupakan salah satu langkah penting dalam membangun budaya sadar risiko dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut berperan dalam menyebarluaskan informasi yang benar kepada lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, upaya mitigasi dapat berjalan lebih efektif dan risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan,” tambahnya.

BPBD Provinsi Lampung mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat setempat atau petugas terkait apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan umum. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai fenomena cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat.

Peringatan dini visibilitas rendah ini berlaku hingga 12 jam sejak diterbitkan dan akan diperbarui sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca serta hasil pemantauan di lapangan.

Tim Pusdalops PB
BPBD Provinsi Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *