Scroll untuk baca artikel
Lampung

BUKAN SEKADAR PROYEK! BPBD LAMPUNG PERKUAT PERLINDUNGAN WARGA DARI ANCAMAN BENCANA

16
×

BUKAN SEKADAR PROYEK! BPBD LAMPUNG PERKUAT PERLINDUNGAN WARGA DARI ANCAMAN BENCANA

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Tipikor News – Upaya memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko bencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung.

Di bawah kepemimpinan Kepala BPBD, Rudy Sjawal Sugiarto, berbagai program strategis dijalankan secara berkelanjutan, bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga sebagai langkah nyata membangun ketahanan daerah.

Melalui sub kegiatan penguatan kapasitas kawasan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, BPBD Lampung sejak tahun anggaran 2024 hingga 2026 telah merealisasikan sejumlah pekerjaan konstruksi perkuatan tebing sungai tipe C di berbagai wilayah rawan.

Program ini menyasar daerah yang memiliki potensi tinggi terhadap banjir, longsor, hingga abrasi pantai.

Pada tahun 2024, realisasi program mencapai 100 persen dengan penyerapan anggaran sebesar Rp21,56 miliar atau 98,38 persen.

Sejumlah proyek strategis berhasil diselesaikan, di antaranya perkuatan tebing sungai di wilayah Bakauheni, Kelapa Tiga, hingga Pesisir Barat, serta pembangunan pengaman pantai sepanjang lebih dari 1,4 kilometer di Kecamatan Lemong.

Lihat Video: Bukan Sekadar Proyek! Bpbd Lampung Perkuat Perlindungan Warga Dari Ancaman Bencana

Infrastruktur tersebut menjadi benteng awal dalam melindungi permukiman warga dari dampak bencana alam.

Memasuki tahun 2025, BPBD kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp22,09 miliar untuk melanjutkan program serupa. Fokus pembangunan meliputi embung, perkuatan tebing sungai di sejumlah titik, serta penyediaan sarana air bersih di daerah rawan kekeringan.

Sebanyak 11 unit sumur bor lengkap dengan jaringan distribusi disiapkan guna menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama saat musim kemarau.

Sementara itu, pada tahun 2026, program diperluas ke sejumlah kabupaten/kota seperti Pringsewu, Lampung Selatan, Pesawaran, Way Kanan, Tanggamus, Tulang Bawang Barat, hingga Kota Bandar Lampung.

Dengan total anggaran mencapai Rp19,74 miliar, seluruh pekerjaan konstruksi ditargetkan selesai dan mulai dimanfaatkan masyarakat pada Juli 2026.

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana di daerah.

β€œIni bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi investasi keselamatan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap wilayah memiliki perlindungan yang memadai dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, BPBD Lampung optimistis dapat mewujudkan daerah yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat pun diharapkan semakin kuat demi menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan terlindungi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *