Scroll untuk baca artikel
Korupsi

“SAYA BUKAN SEKWAN!” JAWABAN RACHMAT YAHYA TUAI SOROTAN

29
×

“SAYA BUKAN SEKWAN!” JAWABAN RACHMAT YAHYA TUAI SOROTAN

Sebarkan artikel ini

KOTA METRO, TIPIKOR NEWS – Aroma ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro kian menyengat. Alih-alih memberikan jawaban substantif terkait sorotan publik atas realisasi anggaran, mantan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dewan (Sekwan), Rachmat Yahya, justru terkesan buang badan dan berlindung di balik status jabatannya saat ini.

Setelah sekian lama bungkam dari kejaran awak media, Rachmat Yahya akhirnya membuka suara pada Senin (29/6/2026). Sayangnya, respons yang diberikan jauh dari harapan publik yang menuntut akuntabilitas.

Ia sama sekali tidak menyentuh substansi persoalan anggaran yang selama ini diberitakan, melainkan hanya menegaskan bahwa dirinya tidak lagi menjabat sebagai Plt. Sekwan.

“Mohon maaf bang sebelumnya.. Saya bukan sekwan bang,” tulis Rachmat Yahya melalui pesan singkat, Senin (29/6/2026).

Alasan Klasik dan Terkesan Cuci Tangan: Pernyataan Rachmat Yahya tersebut dinilai publik sebagai upaya menghindar dari tanggung jawab. Pasalnya, meski tongkat estafet kepemimpinan Sekwan telah berganti, Rachmat Yahya diketahui masih bercokol di Sekretariat DPRD Kota Metro dengan jabatan strategis sebagai Kepala Bagian (Kabag) Umum.

Sebagai mantan Plt. Sekwan sekaligus Kabag Umum aktif, Rachmat seharusnya menjadi orang yang paling bertanggung jawab dan paham betul mengenai lalu lintas realisasi anggaran yang kini tengah menjadi sorotan tajam.

Sikap defensif dan enggan terbuka ini justru memperkuat dugaan adanya “rahasia” yang sengaja disembunyikan dalam pengelolaan anggaran DPRD Kota Metro.

Sekwan Baru “Dipingpong”, Data Rekapitulasi Anggaran Masih Gaib

Dugaan bobroknya transparansi di internal Sekretariat DPRD Metro kian benderang setelah Sekwan yang baru, Yudi Oktaviansyah, angkat bicara.

Yudi yang baru menjabat sejak minggu lalu mengaku hingga saat ini dirinya belum memegang data rekapitulasi penggunaan anggaran dari pejabat lama.

Saat dikonfirmasi, Yudi menjelaskan bahwa dirinya masih terus melakukan koordinasi internal demi memetakan program mana yang sudah berjalan dan mana yang belum terlaksana.

Namun, langkahnya terhambat karena data krusial tersebut belum diserahkan oleh Rachmat Yahya.

“Sampai hari ini saya belum menerima data rekapitulasi penggunaan Anggaran. Permintaan rekap anggaran sampai hari ini belum ada yang disiapkan (oleh Rachmat Yahya),” ungkap Yudi Oktaviansyah berterus terang.

Kondisi ini memicu kritik keras dari berbagai elemen masyarakat. Bagaimana mungkin seorang pejabat setingkat Kabag Umum, yang sebelumnya memegang kendali penuh sebagai Plt. Sekwan, belum juga menyiapkan data rekapitulasi anggaran untuk diserahkan kepada suksesornya?

Sikap mengulur-ulur waktu dan aksi bungkam yang dipertontonkan Rachmat Yahya menjadi bukti nyata buruknya manajemen birokrasi dan lemahnya komitmen keterbukaan informasi publik di DPRD Kota Metro.

Publik kini mendesak aparat pengawas internal maupun aparat penegak hukum untuk segera turun tangan memeriksa gurita pengelolaan anggaran di Sekretariat DPRD Kota Metro sebelum menyimpang lebih jauh. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *