Korupsi

Tangis di Balik Papan Nama Sekolah: Dugaan Fee 15 Persen dari Oknum Dinas Pendidikan Lampung Tengah Cederai Harapan Revitalisasi

83
×

Tangis di Balik Papan Nama Sekolah: Dugaan Fee 15 Persen dari Oknum Dinas Pendidikan Lampung Tengah Cederai Harapan Revitalisasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Lampung Tengah, Tipikor.news — Di balik gemerlap janji peningkatan mutu pendidikan, terselip kisah getir dari sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Lampung Tengah. Mereka mengaku tercekik oleh dugaan praktik pemotongan dana bantuan Revitalisasi Sekolah yang bersumber dari APBN.

Angka yang disebut bukan kecil, 15 persen dari total bantuan diduga diminta oleh oknum di Dinas Pendidikan setempat. Suara keluhan para kepala sekolah mulai menyeruak, menembus tembok ketakutan yang selama ini membungkam.

Mereka bercerita dengan nada getir, bagaimana dana yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki ruang belajar anak-anak justru terpangkas sebelum sempat dimanfaatkan.

Program revitalisasi yang sejatinya menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan di Lampung Tengah kini berubah menjadi beban. Sekolah-sekolah yang semestinya sibuk mempercantik ruang belajar, justru disibukkan dengan kebingungan menutup kekurangan anggaran.

Informasi yang beredar menyebutkan, pemotongan dilakukan saat pencairan dana tahap pertama sebesar 70 persen. Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah diduga menerima dana sebesar Rp 25 juta saat menandatangani berkas pencairan.

Data menunjukkan, terdapat 101 unit bangunan revitalisasi di 41 satuan pendidikan (TK, SD, dan SMP) di Lampung Tengah yang menerima bantuan tersebut.

Kini, aroma ketidakadilan itu kian menyengat. Di ruang-ruang kelas yang catnya mulai mengelupas, para guru dan kepala sekolah hanya bisa berharap agar kebenaran segera terungkap. Mereka ingin dana pendidikan kembali ke tempatnya bukan ke kantong para pemburu keuntungan di balik meja birokrasi.

Sementara itu, masyarakat menanti langkah tegas aparat penegak hukum. Sebab di balik setiap rupiah yang hilang, ada masa depan anak-anak bangsa yang ikut terampas. Selain itu, 21 SMA, 8 SMK, dan 1 SLB juga tercatat sebagai penerima program revitalisasi dari pemerintah.

Bagaimana tanggapan Kepala Disdikbud Lampung Tengah Dr. Nur Rohman, SE., M.Sos.I atas pemberitaan ini, tunggu kelanjutan berita selengkapnya edisi mendatang. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *