Pendidikan

Provinsi Lampung Tetapkan 12 Karya Budaya pada Hari Kebudayaan Nasional 2025

248
×

Provinsi Lampung Tetapkan 12 Karya Budaya pada Hari Kebudayaan Nasional 2025

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Tipikor.news – Dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional Tahun 2025, Provinsi Lampung menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil menetapkan 12 karya budaya dari berbagai kabupaten sebagai warisan budaya daerah.

Penetapan ini diumumkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya pelestarian dan penguatan identitas budaya Lampung.

Dua belas karya budaya yang ditetapkan tersebut meliputi Anjau Silau dari Kabupaten Pesawaran; Pangan Balak dan Cubik dari Kabupaten Tanggamus; Sekhaddam, Teteduhan, dan Takhi Halibambang dari Kabupaten Lampung Barat; Ghamas, Ghabal, Gulai Pengecangan, dan Ngarak Pacar Lampung dari Kabupaten Lampung Timur; serta Sulam Jalin Kepang dan Seghak Asah dari Kabupaten Lampung Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menyampaikan bahwa Hari Kebudayaan 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan melalui keberagaman budaya.

“Hari Kebudayaan menjadi ruang perjumpaan, di mana keberagaman bukan sekadar simbol, melainkan kekuatan yang menyatukan. Melalui karya budaya, seni, tradisi, dan dialog lintas budaya, kita merawat persatuan dalam perbedaan,” ujarnya.

Penetapan karya budaya ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah.

Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkenalkan kekayaan budaya Lampung ke tingkat nasional maupun internasional.

Perayaan Hari Kebudayaan Nasional 2025 di Provinsi Lampung diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pameran budaya, pertunjukan seni tradisional, dan dialog lintas budaya yang melibatkan masyarakat, pelaku seni, serta tokoh adat dari seluruh kabupaten di Lampung.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan menjadi bukti nyata bahwa budaya adalah perekat bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *