Way Kanan, Tipikor.news — Suasana Ruang Buway Pemuka Pengiran Udik mendadak hening. Di hadapan para pejabat, tamu undangan, dan saksi sejarah birokrasi Way Kanan, gema sumpah jabatan menggema lantang pada Senin (12/1/2026).
Hari itu menjadi penanda dimulainya babak baru dalam perjalanan pemerintahan daerah: penyegaran besar-besaran pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama).
Empat nama resmi dilantik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.Stp., M.Si., mewakili Bupati. Mereka adalah Meli Ardian sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah, Suherman Daud sebagai Kepala Dinas Perhubungan, B. Ishak, S.Sos., M.H. sebagai Kepala Dinas Perkebunan, dan Ir. Ishak, S.T. sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung.
Namun sorotan utama tertuju pada sosok B. Ishak, pria yang dikenal tegas dan bersahaja. Dari kursi Kepala Bagian Umum Setdakab, kini ia memikul tanggung jawab besar sebagai nakhoda baru Dinas Perkebunan.
Dengan suara bergetar namun penuh keyakinan, ia menyatakan tekadnya untuk membawa perubahan nyata.“Kami akan bergerak cepat. Tidak ada waktu untuk berdiam diri. Evaluasi, pembenahan, dan inovasi harus berjalan serentak,” ujarnya usai pelantikan.
Langkah awal yang akan ditempuhnya mencakup evaluasi program kerja, optimalisasi sarana dan pemasaran hasil perkebunan, serta pembaruan kebijakan teknis terkait produksi dan pengawasan benih tanaman. Semua diarahkan untuk mengangkat kembali kejayaan sektor perkebunan Way Kanan.
Dalam sambutannya, Sekda Machiavelli menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum kebangkitan birokrasi.
Dengan nada tegas, ia mengingatkan para pejabat baru agar tidak terjebak dalam rutinitas lama.
“Tahun 2026 adalah tahun percepatan. Transformasi digital, transparansi anggaran, dan kolaborasi lintas sektor bukan pilihan, tapi kewajiban. Loyalitas dan integritas adalah harga mati,” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Tatapan para pejabat yang baru dilantik tampak penuh tekad. Di balik senyum dan jabat tangan, tersimpan tanggung jawab besar untuk membuktikan diri.
Acara ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas — simbol janji suci untuk bekerja bersih, jujur, dan profesional. Kilatan kamera mengabadikan momen itu, seolah menjadi saksi lahirnya semangat baru di tubuh birokrasi Way Kanan.
Hari itu, bukan sekadar pelantikan. Ia adalah deklarasi perubahan, sebuah langkah berani menuju pemerintahan yang lebih transparan, modern, dan berpihak pada rakyat. (Red)




















