Lampung Timur — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menyatakan dukungan penuh terhadap perhatian Prabowo Subianto yang berkeinginan menjadikan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sebagai percontohan pengelolaan taman nasional di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti rembuk bersama warga desa penyangga TNWK yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Kantor Balai TNWK, Sabtu (24/1/2026). Dalam rangkaian kegiatan itu, rombongan juga meninjau Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas sebagai bagian dari penguatan program konservasi.
Menurut Ahmad Giri Akbar, Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap upaya pelestarian dan pengelolaan kawasan Way Kambas. Tidak hanya menjaga ekosistem, perhatian tersebut juga difokuskan pada upaya menekan konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah Sumatera, yang selama ini menjadi tantangan di wilayah tersebut.
“DPRD Provinsi Lampung mendukung sepenuhnya kebijakan Presiden yang menempatkan Way Kambas sebagai model nasional. Komitmen ini harus dikawal bersama agar pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan perlindungan masyarakat di desa penyangga,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD siap mengawal berbagai langkah strategis, termasuk rencana pembangunan pembatas permanen antara kawasan taman nasional dan 23 desa penyangga. Langkah tersebut dinilai sebagai solusi konkret untuk meminimalkan konflik antara satwa dan warga, sekaligus memberikan kepastian perlindungan bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Presiden juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan ekosistem Way Kambas. Kesadaran kolektif warga, menurutnya, menjadi fondasi utama keberhasilan konservasi jangka panjang.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Giri Akbar turut mengapresiasi sinergi lintas sektor, termasuk dukungan dari Kodam II/Sriwijaya yang dipimpin Mayjen TNI Kristomei Sianturi dengan menurunkan personel untuk membantu pengamanan kawasan penyangga.
“Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, DPRD, TNI, pengelola taman nasional, hingga masyarakat harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan, Way Kambas dapat tetap lestari sekaligus memberikan rasa aman bagi warga,” pungkasnya. (*)




















