Peristiwa

Hujan Deras Picu Longsor di Batu Kramat, BPBD Tanggamus Siaga Penuh: “Warga Harus Waspada!”

9
×

Hujan Deras Picu Longsor di Batu Kramat, BPBD Tanggamus Siaga Penuh: “Warga Harus Waspada!”

Sebarkan artikel ini

Tanggamus, Tipikor News — Langit yang gelap dan hujan deras yang mengguyur tanpa henti pada Rabu petang (11/2/2026) menjadi awal dari peristiwa yang membuat jantung warga berdegup lebih cepat.

Tepat pukul 18.15 WIB, tebing di Jalan Lintas Barat Pekon Batu Kramat, Kecamatan Kota Agung Timur, runtuh diterjang air hujan berintensitas tinggi.

Tanah dan pepohonan tumbang menutup badan jalan, memutus akses utama penghubung wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanggamus, Irvan Wahyudi, langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur rawan bencana.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur rawan, khususnya ketika hujan deras mengguyur. Potensi tanah longsor, banjir, dan angin kencang masih mengintai,” tegasnya.

Menurut laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanggamus, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.

Material tanah bercampur batang pohon sempat menutup total badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas terhenti sementara.

Namun, di tengah ancaman alam yang tak terduga, semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama. Pada Kamis pagi (12/2), sejak pukul 07.30 WIB, tim BPBD bersama unsur terkait, relawan, dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan pembersihan.

Dengan peralatan seadanya dan semangat kebersamaan, material longsor berhasil disingkirkan dalam waktu dua jam.

Hingga pukul 09.30 WIB, akses Jalan Lintas Barat Pekon Batu Kramat dinyatakan kembali normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat kini sudah dapat melintas dengan aman.

Meski situasi telah terkendali, BPBD memastikan pemantauan terus dilakukan. Kesiapsiagaan tetap dijaga, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Di tengah ancaman alam yang datang tanpa aba-aba, satu hal yang tak boleh luntur adalah kewaspadaan dan solidaritas. Bagi masyarakat Tanggamus, bencana bukan sekadar ujian alam — tetapi juga pengingat bahwa kebersamaan adalah benteng pertahanan paling kokoh. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *