Lampung

Bupati Lampung Selatan Lantik 29 Pejabat, Tekankan Integritas dan Bebas Korupsi

37
×

Bupati Lampung Selatan Lantik 29 Pejabat, Tekankan Integritas dan Bebas Korupsi

Sebarkan artikel ini

Kalianda, Tipikor.news — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melantik sebanyak 29 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (4/2/2026).

Pelantikan tersebut berlangsung di Terminal Pasar Inpres, Kalianda, dan dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) kepada 7 orang pejabat di lingkup Pemkab Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa proses penempatan jabatan telah melalui tahapan panjang dan pertimbangan matang. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk menghidupkan semangat “nafas BETIK”, yang dimaknai sebagai komitmen menjadikan Lampung Selatan bebas dari transaksi ilegal dan praktik korupsi.

“Saya instruksikan saudara-saudari yang baru dilantik untuk menjadikan Lampung Selatan benar-benar BETIK, yakni bebas transaksi ilegal dan korupsi. Hati-hati dalam penggunaan anggaran, jangan sampai tidak tepat sasaran atau ada main-main. Kalau terjadi sesuatu, itu bukan tanggung jawab saya, karena gambaran dan peringatan sudah saya sampaikan sejak awal,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Menurutnya, pengawasan terhadap kinerja birokrasi saat ini semakin ketat, baik dari aparat pengawas maupun dari masyarakat.

Lebih lanjut, Radityo Egi Pratama berharap birokrasi di Lampung Selatan memiliki integritas tinggi, bersikap jujur dan bersih, serta menjunjung etos kerja yang disiplin dan berorientasi pada hasil. Ia menekankan bahwa dirinya tidak menyukai pola kerja yang hanya bersifat formalitas.

“Saya tidak suka kerja hanya terlihat saat ada atasan. Saya berinteraksi langsung dengan masyarakat, baik melalui media sosial, pesan, maupun pertemuan langsung. Dari situ saya tahu OPD mana yang bekerja dan mana yang belum maksimal,” ujarnya.

Bupati juga mendorong para pejabat untuk bekerja secara inovatif, terbuka terhadap perubahan, serta responsif terhadap masukan dari bawahan. Ia mengingatkan agar tidak ada sikap ego sektoral setelah menduduki jabatan.

“Jangan sampai setelah menjabat, menerima masukan dari bawahan malah egonya yang muncul. Zaman sudah berubah, pola kerja juga harus berubah,” pungkasnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik di Kabupaten Lampung Selatan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *