Lampung Tengah, Tipikor News – Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Lampung memulai langkah konsolidasi besar-besaran. Melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), partai ini menggelar musyawarah cabang (muscab) serentak di sejumlah daerah, dimulai pada Sabtu, 11 April 2026, di empat kabupaten: Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Pesawaran.
Agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Ia menjadi bagian dari strategi memperkuat struktur partai hingga ke tingkat kecamatan—lapisan paling bawah yang kerap menentukan denyut politik elektoral.
Gelombang muscab dirancang berlapis. Setelah tahap pertama, rangkaian akan berlanjut pada Minggu (12/4/2026) di Metro, Mesuji, Tulang Bawang Barat, dan Pesisir Barat. Pekan berikutnya, Sabtu (18/4/2026), giliran Bandar Lampung, Way Kanan, Lampung Utara, dan Tulang Bawang. Penutupnya, Minggu (19/4/2026), digelar di Pringsewu, Lampung Barat, dan Tanggamus.
Ketua DPW PAN Lampung, H. M. Hazizi, dalam sambutan virtualnya, langsung mengesahkan 28 Ketua DPC PAN di Lampung Tengah—hasil kesepakatan musyawarah. Ia menekankan, proses ini mengikuti arahan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang mengedepankan musyawarah mufakat.
“Tidak ada pemilihan. Semua ditentukan melalui kesepakatan bersama,” kata Hazizi. Model ini, menurutnya, ditujukan untuk meredam friksi internal sekaligus mempercepat konsolidasi organisasi.
Di tingkat daerah, Ketua DPD PAN Lampung Tengah, Abdullah Surajaya, menyebut muscab sebagai momentum strategis. Bukan hanya menyusun kepengurusan, tetapi juga memastikan kehadiran partai di tengah masyarakat.
“Muscab ini adalah fondasi. Dari sini kita pastikan struktur partai hidup hingga ke bawah,” ujarnya.
Ia meminta para Ketua DPC di 28 kecamatan segera melengkapi struktur, termasuk pembentukan ranting, sebagai prasyarat menuju rapat kerja daerah (Rakerda). Targetnya jelas: mesin partai bergerak serentak dan solid.
PAN juga mulai mengarahkan basis kaderisasi. Fokusnya, memperluas jangkauan ke kelompok akar rumput—terutama petani—yang dinilai masih menjadi kantong suara potensial di Lampung.
Di sisi lain, organisasi sayap partai juga ikut dikonsolidasikan. Ketua terpilih BM PAN Lampung Tengah, Kholidi, menegaskan komitmennya untuk periode 2026–2030.
Ia berjanji membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat aktif. “Kami ingin pemuda ikut membangun kegiatan positif dan memperkuat peran PAN di masyarakat,” katanya.
Rangkaian muscab serentak ini menandai satu hal: PAN di Lampung sedang menata ulang barisan. Dari pusat hingga desa, dari elite hingga pemuda, partai ini mencoba memastikan satu tujuan—tetap relevan dan kompetitif di tengah dinamika politik daerah. (Tim)




















