Kesehatan

Integrasi Data Gizi Masyarakat Berbasis Digital Dinilai Krusial Dukung Kebijakan Kesehatan

14
×

Integrasi Data Gizi Masyarakat Berbasis Digital Dinilai Krusial Dukung Kebijakan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Kota Metro, Tipikor.news β€” Integrasi data gizi masyarakat dengan sistem digital dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung perumusan kebijakan kesehatan yang lebih akurat dan berbasis bukti.

Di tengah meningkatnya tantangan permasalahan gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi, pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengumpulan dan pengolahan data kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, menegaskan bahwa data gizi masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan dan program intervensi kesehatan.

Data tersebut mencakup informasi konsumsi makanan, prevalensi penyakit terkait gizi, serta berbagai indikator kesehatan lainnya.

β€œDari data gizi yang tersedia, pemerintah dapat memahami kondisi kekurangan atau kelebihan gizi di masyarakat dan merancang kebijakan yang tepat sasaran untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Dr. Eko, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, digitalisasi menawarkan metode yang lebih efisien dibandingkan sistem manual, baik dari sisi kecepatan, akurasi, maupun kemudahan analisis data. Pemanfaatan aplikasi berbasis digital dan perangkat lunak khusus memungkinkan pengumpulan data dilakukan secara real-time, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Berbagai teknologi kini telah digunakan dalam pengumpulan data gizi, mulai dari aplikasi pencatatan asupan makanan, perangkat wearable seperti smartwatch, hingga penggunaan sensor dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau aktivitas fisik dan parameter kesehatan.

Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan perangkat analisis statistik dan teknologi kecerdasan buatan untuk memetakan pola konsumsi serta memprediksi tren gizi masyarakat.

Lebih lanjut, integrasi data gizi dengan data kesehatan lainnya dinilai penting untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Dengan menggabungkan data gizi, data penyakit, dan survei kesehatan, hubungan antara pola konsumsi dan peningkatan penyakit tidak menular seperti diabetes dapat diidentifikasi secara lebih jelas.

β€œData terintegrasi ini menjadi dasar dalam merancang program preventif dan kebijakan publik yang lebih efektif, termasuk kampanye edukasi gizi dan pengembangan program nutrisi bagi kelompok rentan,” jelasnya.

Meski demikian, digitalisasi data gizi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan akses teknologi di wilayah pedesaan, rendahnya literasi digital masyarakat, serta isu keamanan dan privasi data.

Pemerintah dinilai perlu memastikan penerapan sistem keamanan data yang ketat agar informasi kesehatan masyarakat tidak disalahgunakan.

Di Indonesia, upaya integrasi data gizi berbasis digital telah mulai dilakukan melalui sejumlah inisiatif dari Kementerian Kesehatan dan mitra swasta. Namun, pemerataan akses teknologi hingga ke daerah terpencil masih menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan dukungan lintas sektor.

Ke depan, diperlukan strategi berkelanjutan melalui investasi infrastruktur teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga kesehatan, dan sektor teknologi.

Dengan langkah tersebut, integrasi data gizi berbasis digital diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat secara nasional. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *