Kota Metro, Tipikor.news β Dinas Kesehatan Kota Metro terus berupaya meningkatkan status gizi masyarakat melalui berbagai program inovatif berbasis teknologi. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas masih adanya tantangan permasalahan gizi di Indonesia, termasuk di wilayah Kota Metro, yang memerlukan penanganan berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat upaya peningkatan gizi masyarakat. Melalui pengembangan aplikasi kesehatan berbasis mobile, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai gizi seimbang serta rekomendasi menu sehat.
βDengan aplikasi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi gizi, tetapi juga dibantu melalui fitur pengingat waktu makan dan kalkulator kalori, sehingga lebih sadar terhadap asupan gizi harian,β ujar Eko Hendro Saputra kepada Tipikor.news, Jumat (10/1/2026).
Aplikasi tersebut dirancang untuk memuat informasi lengkap terkait gizi, menu harian, serta tips memasak sehat. Fitur interaktif di dalamnya memungkinkan pengguna menyesuaikan pilihan makanan sesuai kebutuhan kalori masing-masing individu, guna membentuk pola makan yang lebih sehat dan terencana.
Selain pemanfaatan aplikasi, Dinas Kesehatan Kota Metro juga mengembangkan layanan telehealth sebagai bagian dari transformasi gizi. Program ini memungkinkan masyarakat melakukan konsultasi gizi secara daring dengan tenaga ahli gizi profesional tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Layanan tersebut dinilai sangat membantu, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Kota Metro turut menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi. Kegiatan penyuluhan gizi dilakukan secara berjenjang dengan materi yang disesuaikan, mencakup pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak, remaja, hingga pengelolaan gizi bagi kelompok lanjut usia.
Program pendidikan gizi di sekolah menjadi salah satu fokus utama, dengan pendekatan teori dan praktik. Siswa diberikan pemahaman tentang pemilihan makanan sehat, kebutuhan gizi harian, serta cara pengolahan makanan yang baik dan benar, sehingga diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Di bidang pendataan, Dinas Kesehatan Kota Metro memperkenalkan sistem pemantauan status gizi berbasis teknologi melalui Sistem Informasi Manajemen Gizi (SIMAGI). Platform ini mengintegrasikan data dari puskesmas dan rumah sakit secara real-time, sehingga memudahkan pemetaan kelompok masyarakat yang rentan mengalami masalah gizi dan mempercepat penanganan yang tepat sasaran.
Upaya peningkatan gizi juga diperkuat melalui kampanye kesehatan berbasis media sosial. Berbagai konten edukatif disebarluaskan melalui platform digital seperti Instagram, Facebook, dan Twitter dalam bentuk infografis, video edukasi, serta testimoni masyarakat. Konten tersebut dirancang interaktif melalui kuis dan tantangan pola makan sehat guna meningkatkan partisipasi publik.
Pengembangan sumber daya manusia turut menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan Kota Metro secara rutin menggelar pelatihan berbasis teknologi bagi tenaga kesehatan dan ahli gizi agar mampu mengikuti perkembangan ilmu gizi serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Di tingkat komunitas, penyuluhan gizi dilakukan melalui berbagai kegiatan di desa dan kelurahan. Masyarakat dilibatkan secara aktif melalui diskusi kelompok, lomba memasak berbahan pangan sehat, serta kegiatan memasak bersama yang bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang.
Setiap program yang dijalankan dilengkapi dengan mekanisme evaluasi dan pengumpulan umpan balik dari masyarakat. Dinas Kesehatan Kota Metro juga secara berkala melaksanakan survei kepuasan masyarakat sebagai dasar perbaikan dan pengembangan program ke depan.
Sebagai langkah berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kota Metro telah menyusun rencana jangka panjang yang mencakup penguatan ketahanan pangan lokal, perluasan layanan konsultasi gizi, pembangunan infrastruktur layanan gizi, serta peningkatan transparansi melalui publikasi laporan tahunan status gizi masyarakat.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Metro berkomitmen menjadikan teknologi sebagai sarana utama dalam mewujudkan transformasi gizi yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Metro. (Adv)




















