Lampung

Instruksi Gubernur Tetapkan Kamis Beradat, Perkuat Pelestarian Bahasa dan Budaya Lampung

75
×

Instruksi Gubernur Tetapkan Kamis Beradat, Perkuat Pelestarian Bahasa dan Budaya Lampung

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Tipikor.news – Pemerintah Provinsi Lampung resmi menginstruksikan pelaksanaan Hari Kamis Beradat sebagai upaya strategis untuk memperkuat pelestarian bahasa daerah dan budaya Lampung di lingkungan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta lembaga pendidikan se-Provinsi Lampung.

Instruksi tersebut merupakan kebijakan langsung Gubernur Lampung Mirzani Djausal yang bertujuan menjaga dan meneguhkan identitas daerah Lampung sebagai Sai Bumi Ruwa Jurai.

Melalui Kamis Beradat, seluruh aparatur pemerintah dan insan pendidikan diharapkan membiasakan penggunaan bahasa Lampung, mengenakan atribut adat sesuai ketentuan, serta mengimplementasikan nilai-nilai budaya Lampung dalam aktivitas keseharian.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jariono, mengatakan bahwa Kamis Beradat merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam merawat jati diri budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Lihat Video: Instruksi Gubernur Tetapkan Kamis Beradat, Perkuat Pelestarian Bahasa dan Budaya Lampung

“Kamis Beradat adalah bentuk komitmen Gubernur Lampung untuk menjaga identitas Sai Bumi Ruwa Jurai. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi gerakan bersama untuk menghidupkan kembali bahasa dan adat Lampung dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ganjar Jariono, Kamis (25/1/2026).

Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen, khususnya aparatur pemerintah dan dunia pendidikan sebagai garda terdepan dalam memberi keteladanan kepada masyarakat.

“Biasakan berbahasa Lampung, lestarikan adat, rawat warisan budaya bersama. Budaya hidup, Lampung kuat,” tegasnya.

Melalui kebijakan Kamis Beradat ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat terus terjaga, diwariskan kepada generasi muda, serta menjadi fondasi kuat dalam pembangunan daerah yang berkarakter dan berbudaya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *