Kota Metro, Tipikor.news ā Pemerhati Anggaran Lampung menyoroti realisasi anggaran sebesarĀ Rp 6.422.371.739Ā untuk kegiatanĀ Pengelolaan Informasi danĀ Pengembangan Media Komunikasi Publik Lingkup OPDĀ di Kota Metro. Anggaran tersebut dinilai sebagai bentukĀ pemborosan, mengingat hasil yang ditampilkan belum sebanding dengan besarnya dana yang digunakan.
Dari hasil pantauan tim investigasi,Ā portal Pengelolaan Layanan Informasi dan Dokumentasi (PLID)Ā Kota Metro yang dapat diakses melaluiĀ plid.metrokota.go.idĀ hanya berisiĀ 399 dokumen informasi, sebagian besar berupa foto kegiatan dari kelurahan dan beberapa OPD. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran yang mencapaiĀ miliaran rupiah tersebut.
BerdasarkanĀ Laporan Kinerja Triwulanan II Tahun 2025Ā yang ditandatangani olehĀ Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro, Sri Amanto, S.H., M.H., pada 4 Agustus 2025, realisasi anggaran mencapaiĀ 107,72 persenĀ dari alokasi sebesarĀ Rp 5.962.006.936. Kelebihan realisasi ini disebut terjadi karena adanya percepatan beberapa kegiatan yang semula dijadwalkan pada triwulan berikutnya.
Diskominfo Kota Metro menjelaskan bahwa fokus utama pada periode tersebut adalahĀ peningkatan sistem portal PLID, termasuk pembaruan tampilan antarmuka dan penyederhanaan prosedur unggahan dokumen agar lebih mudah diakses masyarakat.
Selain itu, dilakukanĀ kolaborasi lintas OPD hingga tingkat kelurahanĀ untuk mendorong unggahan dokumen informasi publik dari masing-masing unit kerja.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuatĀ transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pada tahun 2025, Diskominfo menargetkanĀ Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP)Ā mencapaiĀ 100 persenĀ dengan nilai kinerjaĀ 70 poin.
Untuk mencapai target tersebut, dilakukan rekapitulasi dokumen pendukung, optimalisasi koordinasi antar-OPD, serta pelatihan bagi pengelola informasi publik.
Kepala Diskominfo Kota Metro,Ā Sri Amanto, menyatakan bahwa realisasi anggaran yang melampaui target menunjukkanĀ komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem informasi publik.
āMelalui optimalisasi portal PLID dan sinergi antar-OPD, diharapkan keterbukaan informasi publik di Kota Metro semakin meningkat dan memberikan manfaat nyataĀ bagi masyarakat,ā ujarnya.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa hasil yang ditampilkan belum sebanding dengan besarnya anggaran yang dikeluarkan. Pemerhati Anggaran Lampung mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap efektivitas penggunaan dana tersebut guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. (tim)




















