Kota Metro, Tipikor News – Senja Ramadan di Kota Metro terasa berbeda. Di tengah suasana penuh haru dan kebersamaan, Pemerintah Kota Metro menutup rangkaian kegiatan Syiar Ramadan 1447 Hijriah dengan membagikan 2.500 bingkisan kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting denyut kehidupan kota.
Para jamaah pengajian, pengemudi ojek online, petugas kebersihan, hingga tukang becak tampak berkumpul dengan wajah penuh harap. Di tangan mereka, bingkisan sederhana itu bukan sekadar paket bantuan, melainkan simbol bahwa jerih payah mereka tidak luput dari perhatian.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/03/2026) itu menjadi penutup rangkaian Syiar Ramadan yang selama sebulan terakhir menggema di Kota Metro.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menegaskan bahwa bingkisan yang dibagikan bukan hanya bernilai materi.
“Hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk menutup rangkaian kegiatan Syiar Ramadan 1447 Hijriah yang telah kita jalankan bersama,” ujarnya di hadapan para penerima bantuan.
Menurutnya, Ramadan merupakan bulan yang penuh kemuliaan. Sebuah masa ketika umat Islam dilatih untuk memiliki hati yang lebih lembut, lebih ringan berbagi, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama bulan suci ini, berbagai bentuk kebaikan tumbuh subur di tengah masyarakat. Salah satunya tradisi berbagi takjil untuk berbuka puasa yang hampir setiap hari terlihat di berbagai sudut Kota Metro.
“Melalui kegiatan itu, kita belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang dapat kita bagikan kepada orang lain,” jelasnya.
Tak hanya pembagian bingkisan, rangkaian Syiar Ramadan juga diisi dengan bazar sembako murah serta penjualan pakaian layak pakai.
Program tersebut dirancang untuk membantu meringankan beban masyarakat, terutama menjelang akhir Ramadan dan mendekati Hari Raya Idul Fitri.
Di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang lebaran, kegiatan tersebut menjadi oase bagi masyarakat kecil yang tetap berjuang menghidupi keluarga mereka.
“Ketika kita membantu meringankan beban saudara kita, sesungguhnya kita sedang menanam pahala yang insyaAllah akan Allah balas dengan keberkahan dalam hidup kita,” pungkas Bambang.
Di balik ribuan bingkisan yang dibagikan, tersimpan pesan sederhana namun kuat: Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang merawat empati—agar tidak ada yang merasa sendirian dalam menghadapi kehidupan. (Fadel)




















